Comscore Tracker

7 Tips Ini Bikin Liburanmu di Baluran Jadi Tambah Seru!

Panduan singkat agar liburan di Afrika van Java makin asyik!

Siapa sih yang tidak kenal Taman Nasional Baluran? Tempat wisata yang berada di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur ini terkenal akan ekosistem sabananya yang unik, sehingga sering disebut sebagai "Afrika van Java".

Kawasan seluas 25000 hektar ini menjadi salah satu destinasi paling nge-hits di ujung timur Jawa, bersama dengan beberapa tempat wisata lain seperti Kawah Ijen dan Pulau Tabuhan.

Nah bagi kamu yang berencana mengunjungi Baluran dalam waktu dekat, berikut beberapa tips khusus buat kamu supaya liburan kamu tambah seru dan mengasyikkan! Simak yuk tipsnya di bawah ini!

1. Datang di akhir musim kering

7 Tips Ini Bikin Liburanmu di Baluran Jadi Tambah Seru!Dok. Pribadi/Cendrawasih Panji

Atraksi utama di Taman Nasional Baluran adalah hamparan sabana yang kering menguning. Sayangnya, pemandangan seperti ini tidak bisa kita jumpai sepanjang tahun. Hanya di akhir musim kemarau hamparan rumput di sabana Baluran berubah warna menjadi kuning, sementara di waktu lain sabana ini akan terlihat berwarna hijau.

Jika kamu ingin menikmati sabana kuning seperti di Afrika, ada baiknya kamu merencanakan kunjungan kamu di akhir musim kemarau, yakni antara bulan Juli hingga Oktober.

Selain rumput yang menguning, pada waktu ini satwa-satwa penghuni hutan seperti burung merak, rusa, dan kerbau liar akan berkumpul di sekitar kubangan air yang tersebar di tengah sabana. Hal ini akan memperkuat suasana bersafari ala Afrika yang menjadi atraksi utama di Taman Nasional Baluran.

2. Datang saat pagi atau sore

7 Tips Ini Bikin Liburanmu di Baluran Jadi Tambah Seru!Dok. Pribadi/Cendrawasih Panji

Selain sabananya, kondisi klimatik di Baluran juga mirip dengan Afrika. Di siang hari, suhu udara di Sabana Bekol bisa mencapai lebih dari 40° celcius! Bagi yang tidak terbiasa, suhu panas yang ekstrem ini mungkin bisa mengganggu kenyamanan kunjungan kamu di Baluran.

Selain itu, minimnya teduhan juga membuat pencahayaan di sekitar sabana sangat kuat, sehingga kurang maksimal untuk kegiatan fotografi.

Nah supaya terhindar dari dua masalah ini, lebih baik jika kamu mengatur kunjungan kamu di pagi atau sore hari--kira-kira sebelum pukul 10.00 atau setelah pukul 14.00. Selain tidak terlalu panas, pencahayaan di kedua waktu ini juga cenderung lebih lembut sehingga lebih baik untuk berfoto ria.

Satwa-satwa penghuni hutan juga cenderung lebih aktif di jam-jam tersebut, sehingga kamu bisa lebih leluasa melihat mereka beraktivitas.

3. Berkendara perlahan di jalan Batangan-Bekol

7 Tips Ini Bikin Liburanmu di Baluran Jadi Tambah Seru!Dok. Pribadi/Cendrawasih Panji

Jalan Batangan-Bekol merupakan jalan akses utama dari pintu masuk Taman Nasional Baluran hingga ke Sabana bekol.

Awalnya jalanan ini terdiri atas aspal rusak yang penuh lubang. Namun di tahun 2018 yang lalu pihak Taman Nasional Baluran sudah memperbaiki jalanan tersebut sehingga mulus kembali.

Sayangnya, jalan yang mulus ini mengundang beberapa oknum pengunjung untuk memacu kendaraannya secepat mungkin meskipun petugas tiket sudah mengingatkan bahwa batas kecepatan di jalan tersebut hanya 30 km/jam. Hal ini pun mengakibatkan banyaknya satwa penghuni hutan yang tertabrak oleh kendaraan pengunjung saat menyeberang jalan.

Sebagai pengunjung yang bertanggung jawab, sebaiknya kamu berkendara dengan perlahan dan berhati-hati selama berkunjung ke Baluran. Perhatikan baik-baik setiap tikungan dan awasi pinggiran jalan jika ada satwa yang menyeberang.

Jika beruntung, kamu bahkan bisa disuguhi pemandangan satwa yang sedang menyeberang, seperti ular, merak, kijang, rusa atau bahkan ajag dan macan tutul!

Baca Juga: Informasi Wisata Taman Nasional Baluran: Rute, Harga Tiket, dan Tips

4. Menginap agar bisa menikmati matahari terbit pertama di Pulau Jawa

7 Tips Ini Bikin Liburanmu di Baluran Jadi Tambah Seru!Dok. Pribadi/Cendrawasih Panji

Di Sabana Bekol, terdapat beberapa wisma yang bisa kamu gunakan untuk menginap di dalam taman nasional. Meskipun fasilitasnya sangat sederhana, wisma ini cukup nyaman dan murah lho!

Fasilitas utama yang kita dapatkan adalah kesempatan untuk melihat matahari terbit di dalam taman nasional. Tanpa menginap, kamu tidak bisa menikmati hal tersebut karena kantor ticketing di Batangan hanya buka setelah pukul 08.00 pagi.

Salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise berada di Pantai Bama. Di sini, kamu bisa menikmati pemandangan matahari yang muncul perlahan dari balik horizon lautan, dikelilingi oleh suara ayam hutan, merak dan pekikan monyet bersahut-sahutan.

Selain itu karena lokasinya berada di ujung timur Pulau Jawa, sunrise yang kamu lihat merupakan matahari pertama yang muncul di Pulau Jawa! Namun, lokasi ini membuat matahari terbit sangat awal di Baluran--sekitar pukul 04.30 pagi. Jadi, jangan sampai kesiangan ya!

5. Sempatkan melihat matahari terbenam di sudut sabana

7 Tips Ini Bikin Liburanmu di Baluran Jadi Tambah Seru!Dok. Pribadi/Cendrawasih Panji

Selain sunrise, momen sunset di taman nasional juga tidak boleh dilewatkan. Salah satu tempat terbaik menikmati momen ini ada di sebuah bukit kecil di pojok sabana, sekitar 1.5 kilometer dari kompleks kantor resort Bekol.

Di titik ini, kamu bisa menyaksikan matahari tenggelam di balik Bukit Baluran dengan foreground hamparan sabana Bekol lengkap dengan semua satwa yang ada di dalamnya. Keren kan?

6. Jangan meninggalkan makanan atau menyimpannya di bawah jok motor

7 Tips Ini Bikin Liburanmu di Baluran Jadi Tambah Seru!Dok. Pribadi/Cendrawasih Panji

Bagi kamu yang pernah ke Baluran, pasti tahu bagaimana agresifnya gerombolan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Bekol dan Bama. Akibat sering diberi makan pengunjung, monyet-monyet ini menjadi terhabituasi dan menganggap manusia sebagai sumber makanan. Alhasil, mereka pun kehilangan rasa takut terhadap manusia dan tidak segan menyerang demi mendapatkan makanan yang kita bawa.

Nah demi keamanan, simpan baik-baik semua makanan yang kamu bawa. Jangan meninggalkan makananmu sembarangan karena dalam hitungan detik makanan tersebut bisa diserbu oleh monyet-monyet yang kelaparan.

Selain itu kamu juga disarankan untuk tidak menyimpan makanan di dalam tas atau di bawah jok motor tanpa pengawasan karena monyet-monyet tersebut akan merobek tas atau jok motor kamu demi mendapatkan makanan tersebut. Ngeri juga ya?

7. Patuhi seluruh peraturan, khususnya untuk tidak memasuki sabana

7 Tips Ini Bikin Liburanmu di Baluran Jadi Tambah Seru!Dok. Pribadi/Cendrawasih Panji

Meskipun menjadi destinasi wisata yang tenar, perlu diingat bahwa Taman Nasional Baluran tetaplah kawasan konservasi yang dirancang untuk melindungi ekosistem di wilayah tersebut. Patuhi semua peraturan dan rambu-rambu di kawasan tersebut, khususnya untuk tidak memasuki kawasan sabana baik dengan berjalan kaki maupun dengan kendaraan, karena hal ini bisa merusak keberlangsungan sabana itu sendiri.

Berfotolah di spot-spot yang telah disediakan, serta jangan mendekati atau memberi makan satwa apapun di dalam taman nasional.

Jangan kaget jika ada petugas yang menegur kamu jika aktivitas kamu dianggap mengganggu satwa. Teguran ini dilakukan bukan hanya dilakukan demi satwa tersebut, tapi juga melindungi keselamatan kamu sendiri. Meskipun terlihat jinak, semua satwa di Taman Nasional Baluran merupakan hewan liar yang tidak dapat diprediksi dan bisa menyerang jika merasa terganggu.

Nah, itulah 7 tips supaya liburan kamu di Baluran bisa tambah asyik, aman dan bertanggung jawab. Semoga liburan kamu menyenangkan dan selamat menikmati Afrika di Pulau Jawa!

 

Baca Juga: 5 Penginapan di Banyuwangi yang Instagramable Banget, Keren dan Unik!

Cendrawasih Panji Photo Verified Writer Cendrawasih Panji

Science nerd, crazy birdwatcher and third-wave coffee aficionado

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya