Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi fitur auto hold
ilustrasi fitur auto hold (hyundaimobil.co.id)

Fitur auto hold sebenarnya bukan teknologi baru di dunia otomotif modern, tapi pemanfaatannya masih sering terlewat. Banyak pengemudi menganggap fitur ini sekadar pelengkap tanpa dampak nyata pada kenyamanan berkendara. Padahal, di kondisi lalu lintas harian yang padat dan penuh jeda, auto hold punya peran penting yang sering gak disadari.

Di tengah ritme berkendara yang melelahkan, fitur ini bisa jadi solusi praktis tanpa perlu usaha ekstra. Sayangnya, masih banyak yang ragu atau bahkan gak pernah mengaktifkannya karena kurang paham manfaatnya. Dengan memahami fungsi dan keunggulannya, pengalaman berkendara bisa terasa jauh lebih rileks dan aman. Yuk, pahami manfaat auto hold yang sering terlewat dan mulai manfaatkan fiturnya secara maksimal!

1. Mengurangi kelelahan kaki saat lalu lintas padat

ilustrasi jalan macet (pexels.com/Vasanth)

Kondisi lalu lintas padat dengan pola stop and go sering membuat kaki cepat lelah. Pengemudi harus terus menekan pedal brake setiap kali mobil berhenti, meski hanya beberapa detik. Aktivitas berulang ini secara perlahan memicu ketegangan otot, terutama saat perjalanan panjang.

Fitur auto hold bekerja dengan menahan rem secara otomatis ketika mobil berhenti total. Dengan begitu, kaki bisa beristirahat tanpa khawatir mobil bergerak sendiri. Efeknya terasa signifikan saat terjebak traffic jam, karena beban fisik berkurang dan konsentrasi tetap terjaga.

2. Meningkatkan keamanan saat berhenti di tanjakan

ilustrasi mobil di jalan menanjak (pexels.com/Erik Mclean)

Berhenti di tanjakan sering jadi momen yang bikin tegang, terutama saat jarak dengan kendaraan belakang sangat dekat. Risiko mobil mundur sesaat sebelum pedal gas ditekan kerap membuat pengemudi waswas. Situasi ini bisa memicu kepanikan kecil yang berujung kesalahan manuver.

Dengan auto hold, mobil tetap tertahan stabil meski kaki sudah lepas dari pedal brake. Sistem ini memberi waktu ekstra untuk mengatur tekanan gas tanpa rasa cemas. Keamanan pun meningkat karena potensi tabrakan kecil akibat mobil mundur bisa diminimalkan.

3. Membantu menjaga fokus dan konsentrasi berkendara

ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/cottonbro studio)

Berkendara di kota besar menuntut fokus tinggi karena banyak gangguan visual dan suara. Saat pengemudi harus terus memikirkan kapan menekan dan melepas rem, fokus mental jadi terpecah. Hal ini terasa sepele, tapi berdampak besar dalam jangka panjang.

Aktivasi auto hold membantu mengurangi beban kognitif tersebut. Pengemudi bisa lebih fokus mengamati kondisi sekitar, lampu lalu lintas, dan pergerakan kendaraan lain. Konsentrasi yang lebih stabil membuat keputusan berkendara terasa lebih tenang dan terkontrol.

4. Membuat pengalaman berkendara terasa lebih nyaman dan modern

ilustrasi mengemudi mobil dengan kaca terbuka (pexels.com/Atlantic Ambience)

Mobil modern dirancang bukan hanya untuk performa, tapi juga kenyamanan dan efisiensi. Auto hold adalah salah satu fitur yang merepresentasikan pendekatan ini secara nyata. Saat digunakan dengan tepat, fitur ini membuat interaksi antara pengemudi dan mobil terasa lebih intuitif.

Kenyamanan ini sangat terasa dalam penggunaan harian, terutama di rute yang sering berhenti. Pengemudi gak perlu terus mengandalkan tenaga kaki untuk menahan mobil. Hasilnya, perjalanan terasa lebih halus dan pengalaman berkendara meningkat secara keseluruhan.

Fitur auto hold bukan sekadar tambahan teknologi tanpa fungsi jelas. Manfaatnya terasa nyata dalam hal kenyamanan, keamanan, dan fokus berkendara. Sayangnya, fitur ini masih sering diabaikan karena kurang dipahami. Dengan pemanfaatan yang tepat, auto hold bisa jadi sahabat terbaik di tengah lalu lintas yang melelahkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team