Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kebiasaan Simpel agar Rem Mobil Awet dan Tidak Cepat Aus
ilustrasi memperbaiki rem mobil (freepik.com/senivpetro)
  • Artikel menekankan pentingnya kebiasaan mengemudi yang benar agar kampas rem mobil lebih awet dan tidak cepat aus, sehingga pengeluaran untuk perawatan bisa ditekan.
  • Dijelaskan lima kebiasaan utama seperti mengerem bertahap, memanfaatkan engine brake di turunan, serta menghindari injakan gas dan rem bersamaan.
  • Perawatan rutin seperti mengganti minyak rem dua tahun sekali dan menghindari beban berlebih juga disebut efektif menjaga performa sistem pengereman tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang belajar cara supaya rem mobil tidak cepat rusak. Supir harus injak rem pelan-pelan, pakai gigi mesin waktu jalan turun, dan jangan tekan gas sama rem bareng-bareng. Minyak rem juga harus diganti tiap dua tahun. Mobil jangan bawa barang berat. Kalau begitu, rem jadi awet dan mobil aman dipakai terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menyoroti sisi positif dari perubahan kecil dalam kebiasaan mengemudi yang membawa manfaat nyata. Dengan menerapkan lima langkah sederhana, pengemudi tidak hanya menjaga keawetan rem dan menghemat biaya perawatan, tetapi juga meningkatkan keselamatan serta efisiensi berkendara. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesadaran dan disiplin ringan dapat menghasilkan kenyamanan dan keamanan lebih besar di jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rem adalah komponen paling krusial untuk keselamatan berkendara. Sayangnya, banyak pengemudi tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari sangat memengaruhi usia pakai kampas rem. Mengganti kampas rem lebih cepat dari seharusnya jelas membuang-buang uang kamu.

Padahal, dengan sedikit perubahan gaya mengemudi, rem bisa awet sampai puluhan ribu kilometer. Kuncinya ada pada kebiasaan simpel yang sering diabaikan banyak orang. Nah, berikut ini 5 kebiasaan simpel yang bikin rem mobil awet dan tidak cepat aus.

1. Pengemudi menginjak rem secara bertahap dari jauh

ilustrasi mengemudi (pexels.com/Hassan OUAJBIR)

Kebiasaan ini mengurangi beban kerja kampas rem secara signifikan. Pengemudi memberikan waktu bagi sistem rem untuk melambatkan mobil secara perlahan. Akibatnya, panas yang dihasilkan dari gesekan pun jauh lebih rendah.

Cobalah lihat jauh ke depan untuk mengantisipasi lampu merah atau kemacetan. Lepaskan pedal gas lebih awal, lalu injak rem dengan lembut. Teknik ini disebut juga dengan istilah engine braking yang dibantu rem.

2. Pengendara memanfaatkan engine brake saat menuruni jalan turunan panjang

ilustrasi memperbaiki rem mobil (freepik.com/freepik)

Engine brake menggunakan putaran mesin untuk menahan laju mobil. Pengemudi cukup menurunkan gigi transmisi ke posisi yang lebih rendah. Dengan cara ini, beban rem utama menjadi sangat ringan.

Rem menjadi tidak mudah overheat meskipun turunan mencapai puluhan kilometer. Kampas rem pun tidak perlu diganti setiap enam bulan sekali. Selain itu, perjalanan kamu juga terasa lebih aman dan terkendali.

3. Pemilik mobil tidak menginjak rem dan gas secara bersamaan

ilustrasi mengemudi (pexels.com/Tim Samuel)

Kebiasaan buruk ini sering dilakukan secara tidak sadar oleh pengemudi pemula. Kaki kanan yang lebar secara tidak sengaja menekan dua pedal sekaligus. Akibatnya, kampas rem bergesekan dengan piringan meski mobil sedang melaju.

Latihlah posisi kaki kanan yang tepat, yaitu miring ke kiri untuk rem. Pastikan telapak kaki benar-benar berpindah posisi saat mengoperasikan pedal. Dengan begitu, tidak ada tenaga mesin yang terbuang sia-sia.

4. Pengguna mobil rutin memeriksa dan mengganti minyak rem setiap dua tahun

ilustrasi cek kondisi mobil (freepik.com/peoplecreations)

Minyak rem yang sudah tua mengandung air karena sifatnya yang higroskopis. Air dalam minyak rem akan menguap saat panas dan membentuk gelembung udara. Gelembung ini membuat tekanan hidraulis menjadi tidak maksimal.

Akibatnya, pengemudi cenderung menginjak rem lebih dalam dari biasanya. Hal ini mempercepat keausan kampas rem secara tidak langsung. Gantilah minyak rem secara berkala di bengkel langganan.

5. Pengemudi menghindari membawa beban berlebihan pada mobil

ilustrasi mengemudi (pexels.com/JESHOOTS.com)

Beban berat memaksa sistem rem bekerja ekstra keras untuk menghentikan laju mobil. Setiap kilogram beban tambahan meningkatkan energi kinetik yang harus diubah menjadi panas. Kampas rem pun lebih cepat habis karena gesekan yang lebih besar setiap pengereman.

Kosongkan bagasi dari barang-barang yang tidak perlu setiap minggu. Angkat beban maksimal mobil yang tertera di buku panduan. Selain membuat rem awet, kebiasaan ini juga menghemat konsumsi bahan bakar.

Nah, itu dia lima kebiasaan simpel yang gampang banget diterapkan sehari-hari. Mulai dari sekarang,.coba deh ubah gaya ngeremmu, dijamin dompet lebih sehat karena jarang ganti kampas rem. Selamat mencoba dan semoga perjalananmu selalu aman sampai tujuan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team