Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Ban Mobil Harus Segera Diganti, Jangan Tunda!
ilustrasi periksa kondisi ban mobil (unsplash.com/Steward Masweneng)
  • Ban mobil perlu diganti jika sudah berusia lebih dari tiga tahun karena elastisitasnya menurun dan daya cengkeram terhadap jalan berkurang.
  • Kondisi tapak ban yang botak, banyak tambalan, atau muncul retakan menjadi tanda penting bahwa ban harus segera diganti demi keselamatan.
  • Jarak tempuh lebih dari 40 ribu kilometer menandakan performa ban mulai menurun, sehingga pemeriksaan rutin wajib dilakukan agar tetap aman berkendara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ban mobil bisa rusak kalau sudah lama dipakai. Kalau ban sudah lebih dari tiga tahun, botak, sering ditambal, atau ada retak-retak, ban itu harus diganti. Kalau tidak diganti, mobil bisa tergelincir dan bahaya di jalan. Sekarang orang disuruh rajin lihat ban supaya tetap aman waktu naik mobil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap pemilik kendaraan wajib memahami waktu yang tepat untuk mengganti ban mobil. Ban merupakan komponen penting yang memengaruhi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Penggunaan ban yang sudah aus dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Oleh karena itu, kamu perlu rutin memeriksa kondisi ban secara berkala. Perhatikan tanda-tanda kerusakan seperti tapak yang tipis, retak, atau usia pakai yang sudah lama. Dengan begitu, kamu dapat mengganti ban sebelum mengalami masalah saat berkendara.

1. Usia lebih dari 3 tahun

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Mason Jones)

Seiring bertambahnya masa pemakaian, elastisitas pada ban akan menurun secara bertahap. Kondisi ini membuat ban menjadi lebih kaku dan tidak mampu mencengkeram permukaan jalan dengan baik. Akibatnya, daya cengkeram dan kenyamanan berkendara ikut berkurang.

Ban yang sudah digunakan lebih dari 3 tahun umumnya lebih mudah rusak ketika bersentuhan dengan jalan. Kerusakan tersebut bisa berupa retak, pecah, bahkan hancur secara tiba-tiba. Karena itu, kamu perlu mengecek usia dan kondisi ban secara berkala agar tetap aman saat berkendara.

2. Ban mengalami kebotakan

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Jimmy Nilsson Masth)

Salah satu ciri ban mobil yang harus diganti adalah kondisi tapaknya sudah botak. Permukaan ban yang aus membuat daya cengkeram terhadap jalan menjadi berkurang. Hal ini dapat membahayakan keselamatan, terutama saat berkendara di kondisi jalan licin.

Ban yang botak juga membuat jarak pengereman menjadi lebih panjang. Risiko selip dan kehilangan kendali kendaraan pun semakin besar. Oleh karena itu, kamu perlu segera mengganti ban jika sudah terlihat tanda-tanda kebotakan.

3. Jarak tempuh sudah lebih 40 ribu KM

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Ondrej Trnak)

Apabila pemasangan ban dilakukan dengan benar, maka ban memiliki batas pemakaian hingga 40.000 kilometer. Jarak tempuh tersebut menjadi acuan umum untuk menilai kelayakan ban. Setelah melewati angka tersebut, performa ban biasanya mulai menurun.

Kamu disarankan untuk mencatat jarak tempuh kendaraan secara rutin. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti ban. Hal ini penting agar keselamatan dan kenyamanan saat berkendara tetap terjaga.

4. Ban sering ditambal

ilustrasi ban serep mobil (pexels.com/Frans van Heerden)

Jumlah tambalan pada ban yang terlalu banyak dapat menurunkan kekuatan struktur ban. Setiap kali ditambal, daya tahan karet ban akan semakin melemah. Kondisi ini membuat ban lebih rentan mengalami kebocoran atau pecah.

Karena itu, kamu perlu memperhatikan berapa kali ban sudah ditambal. Jika tambalannya sudah terlalu banyak, sebaiknya ban segera diganti dengan yang baru. Dengan begitu, keamanan dan kenyamanan berkendara kamu tetap terjamin.

5. Ban mengalami retak

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Luke Miller)

Retakan pada permukaan ban, meskipun terlihat tipis dan halus, tetap termasuk tanda ban harus diganti. Retakan tersebut muncul karena karet ban sudah mengeras dan kehilangan elastisitasnya. Jika dibiarkan, retakan dapat semakin melebar dan menyebabkan ban pecah saat digunakan.

Oleh sebab itu, kamu perlu memeriksa kondisi dinding dan telapak ban secara rutin. Jangan hanya melihat ketebalan tapak, tetapi juga perhatikan adanya garis-garis retak kecil. Mengganti ban lebih awal akan membuat perjalanan kamu menjadi lebih aman dan nyaman.

Ban yang botak, banyak tambalan, sudah menempuh 40.000 km, atau mengalami retakan harus segera diganti. Periksa kondisi ban secara rutin agar keselamatan dan kenyamanan berkendara kamu tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article