Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bensin
ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Pixabay)

Intinya sih...

  • Tekanan angin ban yang tidak ideal membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk melaju, meningkatkan konsumsi BBM secara perlahan.

  • Gaya mengemudi terlalu agresif memaksa mesin bekerja di putaran tinggi, menyebabkan konsumsi BBM meningkat drastis.

  • Jarang melakukan servis rutin membuat mesin bekerja tidak optimal dan membutuhkan lebih banyak BBM, servis rutin membantu menjaga efisiensi BBM.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mobil yang terasa semakin boros bahan bakar sering membuat pengeluaran bulanan membengkak. Kamu mungkin merasa jarak tempuh sekarang gak sejauh dulu meski rute yang dilalui sama. Kondisi ini sering dianggap wajar karena usia mobil bertambah. Padahal, ada banyak faktor yang memengaruhi konsumsi BBM. Sebagian besar penyebabnya justru berasal dari kebiasaan dan perawatan yang kurang tepat.

Boros BBM bukan hanya soal mesin tua atau teknologi lama. Mobil keluaran baru pun bisa menjadi gak efisien jika digunakan secara gak bijak. Kebiasaan kecil yang terlihat sepele bisa berdampak besar pada konsumsi bahan bakar. Mengenali penyebabnya akan membantu kamu melakukan penghematan. Berikut tujuh penyebab mobil boros BBM sekaligus cara mengatasinya agar lebih irit.

1. Tekanan angin ban gak ideal

ilustrasi ban mobil (pexels.com/Fatih Kopcal)

Ban yang kurang angin membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk melaju. Mesin harus bekerja ekstra karena gesekan ban dengan jalan semakin besar. Kamu mungkin gak merasakan perbedaannya secara langsung saat berkendara. Namun, konsumsi BBM akan meningkat secara perlahan. Kondisi ini sering terjadi karena jarang mengecek tekanan ban.

Tekanan ban yang sesuai rekomendasi pabrikan membantu mobil melaju lebih ringan. Ban dengan tekanan ideal juga membuat handling lebih stabil. Pengecekan tekanan ban sebaiknya dilakukan secara rutin, minimal dua minggu sekali. Perubahan suhu dan beban mobil bisa memengaruhi tekanan angin. Kebiasaan sederhana ini cukup efektif menghemat BBM dalam jangka panjang.

2. Gaya mengemudi terlalu agresif

ilustrasi nyetir mobil (pexels.com/Skylar Kang)

Kebiasaan menginjak pedal gas secara mendadak membuat BBM lebih cepat habis. Akselerasi agresif memaksa mesin bekerja di putaran tinggi. Kamu mungkin merasa mobil lebih responsif, tetapi konsumsi BBM meningkat drastis. Hal ini sering terjadi saat terburu-buru atau emosi di jalan. Tanpa disadari, gaya mengemudi ini menjadi kebiasaan.

Mengemudi dengan halus membantu mesin bekerja lebih efisien. Akselerasi perlahan dan menjaga kecepatan stabil lebih ramah terhadap konsumsi BBM. Mengantisipasi kondisi lalu lintas juga mengurangi kebutuhan pengereman mendadak. Mobil akan terasa lebih nyaman dikendarai. Selain irit, gaya mengemudi ini juga lebih aman.

3. Jarang melakukan servis rutin

ilustrasi servis mobil (freepik.com/standret)

Servis rutin bukan hanya menjaga performa mobil, tetapi juga efisiensi BBM. Mesin yang jarang diservis cenderung bekerja gak optimal. Kamu mungkin merasa mobil masih bisa digunakan tanpa masalah. Padahal, komponen seperti busi dan filter sudah mulai menurun kinerjanya. Kondisi ini membuat pembakaran gak sempurna.

Pembakaran yang gak optimal membutuhkan lebih banyak BBM. Mesin pun terasa berat dan kurang responsif. Servis rutin membantu menjaga semua komponen bekerja sesuai fungsinya. Jadwal servis yang teratur bisa mencegah pemborosan BBM. Mobil juga akan terasa lebih ringan dan nyaman saat digunakan.

4. Beban mobil terlalu berat

ilustrasi mengendarai mobil (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Barang bawaan yang berlebihan membuat mobil bekerja lebih keras. Setiap tambahan beban membutuhkan energi ekstra untuk bergerak. Kamu mungkin sering menyimpan barang di bagasi tanpa pernah mengeluarkannya. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi efeknya cukup besar. Mobil menjadi lebih boros BBM karena beban gak perlu.

Membersihkan bagasi secara rutin membantu mengurangi beban mobil. Hanya bawa barang yang benar-benar dibutuhkan saat perjalanan. Mobil yang lebih ringan akan lebih mudah melaju. Mesin gak perlu bekerja terlalu keras. Cara ini cukup efektif untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

5. Filter udara kotor

ilustrasi mobil (pexels.com/Emrah AYVALI)

Filter udara berperan penting dalam proses pembakaran mesin. Udara bersih membantu campuran bahan bakar terbakar sempurna. Filter yang kotor menghambat aliran udara ke mesin. Kamu mungkin gak menyadari masalah ini karena gak terasa langsung. Namun, efeknya terlihat pada konsumsi BBM.

Mesin yang kekurangan udara akan membakar BBM lebih banyak. Tenaga yang dihasilkan gak sebanding dengan bahan bakar yang digunakan. Membersihkan atau mengganti filter udara secara berkala sangat dianjurkan. Prosesnya relatif mudah dan biayanya gak mahal. Efeknya cukup terasa pada performa dan keiritan mobil.

6. Sering membiarkan mesin menyala saat berhenti

ilustrasi mobil (pexels.com/chaiya saleethong)

Kebiasaan membiarkan mesin menyala saat berhenti cukup lama sering dilakukan. Kamu mungkin berpikir hal ini gak berdampak besar. Padahal, mesin tetap mengonsumsi BBM meski mobil gak bergerak. Kondisi ini sering terjadi saat menunggu di parkiran atau menjemput seseorang. Dalam jangka panjang, pemborosan ini cukup signifikan.

Mematikan mesin saat berhenti lama membantu menghemat BBM. Mesin modern dirancang untuk aman saat sering dinyalakan ulang. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi emisi gas buang. Selain lebih irit, cara ini lebih ramah lingkungan. Disiplin kecil seperti ini memberi dampak besar jika dilakukan rutin.

7. Menggunakan BBM yang gak sesuai

ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/RDNE Stock project)

Setiap mobil memiliki rekomendasi jenis BBM tertentu. Menggunakan BBM di bawah standar bisa menurunkan efisiensi mesin. Kamu mungkin memilih BBM lebih murah untuk menghemat pengeluaran. Namun, pembakaran menjadi gak optimal. Akibatnya, konsumsi BBM justru meningkat.

BBM yang sesuai membantu mesin bekerja lebih efisien. Proses pembakaran berjalan lebih sempurna dan stabil. Mesin terasa lebih halus saat dikendarai. Efisiensi bahan bakar pun meningkat secara alami. Mengikuti rekomendasi pabrikan menjadi langkah cerdas untuk jangka panjang.

Mobil yang boros BBM sering kali disebabkan oleh kombinasi kebiasaan dan perawatan yang kurang tepat. Banyak faktor yang terlihat sepele, tetapi berdampak besar jika dibiarkan. Kesadaran terhadap kondisi mobil menjadi kunci utama penghematan. Perubahan kecil dalam kebiasaan berkendara bisa memberikan hasil yang signifikan. Kamu gak perlu langsung melakukan modifikasi mahal.

Tujuh penyebab di atas bisa menjadi bahan evaluasi untuk penggunaan mobil sehari-hari. Perawatan rutin dan gaya mengemudi yang bijak membantu menjaga konsumsi BBM tetap efisien. Selain menghemat pengeluaran, mobil juga akan terasa lebih nyaman dikendarai. Kebiasaan baik ini membuat usia pakai mobil lebih panjang. Jadi, mulai sekarang, perhatikan detail kecil agar mobil kamu gak lagi boros BBM.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team