Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan di Balik Populernya Desain Setir Flat Bottom
ilustrasi klakson pada setir mobil (pexels.com/Caleb Oquendo)
  • Desain setir flat bottom memberi ruang kaki lebih lega dan memudahkan akses keluar-masuk kabin, terutama bagi pengemudi bertubuh tinggi atau mobil dengan ruang sempit.
  • Bentuk bawah datar membantu pengemudi mengenali posisi roda lewat sentuhan, meningkatkan orientasi kemudi dan rasa percaya diri saat bermanuver di berbagai kondisi jalan.
  • Awalnya terinspirasi dari mobil balap, desain ini kini populer karena memadukan tampilan sporty dan fungsi ergonomis yang sesuai dengan kebutuhan pengguna modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Desain interior otomotif modern telah mengalami pergeseran estetika yang signifikan, salah satunya terlihat jelas pada bentuk roda kemudi. Jika selama puluhan tahun setir mobil selalu identik dengan bentuk lingkaran sempurna, kini semakin banyak kendaraan—mulai dari mobil sport hingga SUV keluarga—yang mengadopsi model flat bottom atau bagian bawah yang datar.

Tren ini bukan sekadar upaya pabrikan untuk membuat kabin terlihat lebih futuristik atau meniru mobil balap Formula 1. Penggunaan setir dengan bagian bawah yang rata membawa sejumlah keunggulan fungsional yang berkaitan erat dengan kenyamanan pengemudi, ergonomi ruang, hingga kemudahan akses saat masuk dan keluar dari balik kemudi.

1. Peningkatan ruang kaki dan kemudahan akses kabin

ilustrasi klakson pada setir mobil (pexels.com/Ammy K)

Fungsi paling praktis dari desain flat bottom adalah memberikan ruang ekstra bagi kaki pengemudi, terutama pada area paha. Dengan memangkas lengkungan bagian bawah setir, jarak antara roda kemudi dan jok mobil menjadi lebih luas. Hal ini sangat krusial bagi pengemudi bertubuh tinggi atau saat mengendarai mobil dengan kabin yang relatif sempit, sehingga pergerakan kaki tidak terhambat oleh pinggiran setir.

Selain ruang saat berkendara, desain ini sangat memudahkan proses akses keluar-masuk kendaraan. Tanpa adanya lengkungan bawah yang menonjol, pengemudi dapat mengayunkan kaki dengan lebih bebas saat duduk atau berdiri tanpa risiko lutut terbentur setir. Inilah alasan mengapa produsen mobil perkotaan yang kompak kini gemar menggunakan model ini, karena kenyamanan akses merupakan salah satu nilai jual utama bagi pengguna harian yang memiliki mobilitas tinggi.

2. Orientasi taktil dan bantuan posisi kemudi

ilustrasi klakson pada setir mobil (pexels.com/Norma Mortenson)

Secara teknis, bentuk setir yang tidak bulat sempurna membantu pengemudi untuk mengenali posisi ban tanpa harus melihat ke arah roda kemudi secara langsung. Melalui indra peraba, pengemudi dapat merasakan di mana letak bagian datar tersebut berada. Hal ini sangat membantu dalam melakukan manuver parkir atau saat memutar setir dalam jumlah banyak, karena tangan dapat mendeteksi dengan cepat kapan posisi roda sudah kembali lurus atau sejauh mana setir telah diputar.

Umpan balik taktil ini memberikan orientasi spasial yang lebih baik, terutama saat konsentrasi pengemudi sepenuhnya terfokus pada kondisi jalan di depan. Dalam situasi darurat yang membutuhkan reaksi cepat, mengetahui posisi kemudi melalui tekstur dan bentuk permukaan menjadi keunggulan tersendiri. Efek psikologis dari pegangan yang lebih mantap dan orientasi yang jelas ini secara tidak langsung meningkatkan rasa percaya diri dan kendali terhadap kendaraan di berbagai situasi jalan.

3. Adaptasi estetika balap untuk performa harian

ilustrasi klakson pada setir mobil (pexels.com/Jay Johnson)

Penggunaan setir flat bottom awalnya merupakan standar pada mobil balap yang memiliki ruang kokpit sangat terbatas dan membutuhkan rasio setir yang sangat sensitif. Pabrikan otomotif kemudian membawa elemen ini ke mobil penumpang untuk menciptakan kesan sporty dan mewah. Secara visual, bentuk ini memberikan karakter yang lebih agresif dan modern pada interior mobil, menciptakan persepsi bahwa kendaraan tersebut memiliki performa yang dinamis.

Meskipun mobil harian tidak selalu membutuhkan fitur mobil balap, adaptasi desain ini terbukti sangat diminati karena mampu menyatukan sisi emosional dan fungsional. Interior yang terlihat canggih sering kali menjadi pertimbangan utama bagi pembeli kendaraan modern. Dengan menggabungkan warisan dunia balap yang bergengsi dengan kebutuhan praktis harian, setir model flat bottom telah bertransformasi dari sekadar tren menjadi standar baru dalam ergonomi berkendara masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team