Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Mobil Listrik Sebaiknya Tetap Menggunakan Velg Standar?
Ilustrasi mobil listrik (Pexels/David Gallie)
  • Velg standar mobil listrik dirancang aerodinamis untuk mengurangi hambatan udara, menjaga efisiensi energi, dan memperpanjang jarak tempuh tanpa membebani baterai.
  • Bobot velg bawaan pabrikan disesuaikan agar tidak menambah massa tak terpegang, sehingga performa akselerasi dan sistem pengereman regeneratif tetap optimal.
  • Velg asli telah diuji kekuatan strukturalnya guna menopang bobot baterai besar, memastikan keamanan kendaraan saat menghadapi beban berat atau manuver mendadak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tren personalisasi kendaraan melalui penggantian velg telah lama menjadi cara paling instan untuk mengubah tampilan mobil agar terlihat lebih sporty atau mewah. Namun, pada era kendaraan listrik (EV), keputusan untuk mengganti velg bawaan pabrik bukan lagi sekadar urusan selera desain, melainkan sebuah pertimbangan teknis yang dapat memengaruhi performa dasar kendaraan secara signifikan.

Setiap komponen pada mobil listrik, termasuk velg, telah dirancang melalui simulasi komputer yang sangat rumit untuk mencapai keseimbangan antara aerodinamika dan berat. Mengganti velg standar dengan produk aftermarket yang tidak spesifik untuk EV berisiko merusak efisiensi energi yang menjadi keunggulan utama dari teknologi baterai tersebut.

1. Desain aerodinamis untuk memperpanjang jarak tempuh

Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com)

Berbeda dengan mobil bermesin bensin yang memiliki banyak lubang udara untuk pendinginan mesin, mobil listrik sangat bergantung pada kelancaran aliran udara di seluruh bodi kendaraan guna meminimalkan hambatan angin. Velg standar mobil listrik biasanya memiliki desain yang cenderung tertutup atau memiliki bilah-bilah khusus yang berfungsi memecah turbulensi udara di sekitar roda. Desain ini bertujuan untuk mengurangi drag atau hambatan udara yang dapat menguras daya baterai secara sia-sia saat melaju pada kecepatan tinggi.

Penggantian velg dengan desain palang terbuka yang umum ditemukan di pasar aksesori akan merusak aliran udara tersebut. Ketika turbulensi di area roda meningkat, motor listrik harus bekerja lebih keras dan mengonsumsi lebih banyak energi untuk mempertahankan kecepatan yang sama. Akibatnya, jarak tempuh maksimal kendaraan yang tertera pada layar panel instrumen akan menurun drastis, sehingga pengisian daya harus dilakukan lebih sering dari biasanya.

2. Pengaruh berat kotor dan massa tak terpegang pada baterai

Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com)

Faktor lain yang sangat krusial adalah bobot dari velg itu sendiri. Velg bawaan pabrik untuk mobil listrik sering kali dibuat menggunakan material campuran yang sangat ringan namun tetap kuat menopang bobot baterai yang masif. Mengganti velg asli dengan velg replika atau velg yang lebih berat akan meningkatkan unsprung mass atau massa tak terpegang pada sistem suspensi. Penambahan beban pada bagian roda ini membutuhkan torsi awal yang lebih besar dari motor listrik hanya untuk mulai menggerakkan kendaraan.

Setiap kilogram tambahan pada velg memiliki dampak yang berkali-kali lipat lebih besar terhadap konsumsi energi dibandingkan beban di dalam kabin. Selain membuat tarikan mobil terasa lebih berat, velg yang tidak standar juga dapat memengaruhi sistem pengereman regeneratif (regenerative braking). Sistem ini bekerja berdasarkan perhitungan momentum putaran roda yang presisi; sehingga perubahan massa roda yang signifikan dapat membuat pengisian daya kembali ke baterai saat pengereman menjadi tidak seoptimal pengaturan aslinya.

3. Kekuatan struktur dalam menopang bobot baterai yang masif

ilustrasi penggunaan mobil listrik (pexels.com/Kindel Media)

Keamanan merupakan alasan paling fundamental mengapa velg mobil listrik sebaiknya tidak diganti secara sembarangan. Mobil listrik memiliki bobot yang jauh lebih berat dibandingkan mobil konvensional dengan dimensi yang sama, terutama karena keberadaan paket baterai di bawah lantai. Oleh karena itu, velg asli pabrikan telah melewati uji beban (load rating) yang sangat ketat untuk memastikan tidak terjadi keretakan atau deformasi saat menghantam lubang atau membawa beban penuh.

Banyak velg aftermarket umum di pasaran dirancang untuk mobil bermesin pembakaran dalam yang lebih ringan. Jika velg tersebut dipaksakan pada mobil listrik, ada risiko struktural yang membahayakan keselamatan penumpang, terutama saat melakukan manuver mendadak. Mempertahankan velg standar bukan hanya tentang menjaga efisiensi energi, tetapi juga tentang memastikan bahwa kendaraan tetap beroperasi dalam batas parameter keamanan yang telah ditetapkan oleh para insinyur pabrikan demi perlindungan maksimal selama berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team