Pemandangan sopir truk atau kernet yang menyiramkan air ke arah roda saat kendaraan sedang merayap di tanjakan terjal sering kali terlihat di jalur-jalur lintas provinsi yang ekstrem. Tindakan ini bukan sekadar ritual pembersihan debu, melainkan sebuah strategi bertahan hidup untuk menjaga integritas mekanis kendaraan di bawah beban muatan yang luar biasa berat.
Kombinasi antara kemiringan jalan yang curam, bobot muatan yang melampaui batas, dan durasi pendakian yang lama menciptakan tekanan panas yang masif pada area kaki-kaki. Air menjadi media pendingin instan yang sangat krusial guna mencegah kegagalan sistem yang bisa berakibat fatal bagi keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya di sekitar truk tersebut.
