Dunia transportasi logistik dan angkutan massal hampir sepenuhnya didominasi oleh deru mesin diesel yang khas. Kendaraan berat seperti truk kontainer hingga bus antar-kota membutuhkan sumber tenaga yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu bekerja terus-menerus tanpa henti selama puluhan jam. Penggunaan mesin bensin pada armada sebesar ini sangat jarang ditemukan karena adanya perbedaan fundamental dalam cara kedua jenis mesin tersebut menghasilkan energi.
Pilihan terhadap mesin diesel bukanlah tanpa alasan teknis yang mendalam, melainkan hasil dari perhitungan efisiensi dan daya tahan yang ketat. Mesin bensin mungkin unggul dalam hal kecepatan dan kehalusan suara untuk mobil penumpang, namun bagi kendaraan niaga berat, prioritas utama terletak pada kekuatan puntir dan biaya operasional jangka panjang. Berikut adalah faktor-faktor utama yang menyebabkan mesin bensin dianggap tidak ideal untuk menggerakkan beban puluhan ton.
