Kondisi lalu lintas yang padat di kota-kota besar memaksa setiap pengendara untuk beradaptasi dengan pola mengemudi stop and go. Situasi di mana kendaraan harus terus-menerus berhenti dan kembali melaju dalam jarak pendek ini bukan hanya menguras kesabaran, tetapi juga menjadi musuh utama bagi efisiensi konsumsi bahan bakar.
Banyak pemilik kendaraan mengeluhkan indikator bensin yang turun lebih cepat saat terjebak kemacetan dibandingkan ketika melaju stabil di jalan tol. Fenomena ini bukanlah tanpa alasan, melainkan hasil dari hukum fisika dan karakteristik mekanis mesin yang harus bekerja ekstra keras untuk melawan inersia setiap kali mobil mulai bergerak dari posisi diam.
