Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi otomotif terus berkembang dengan cepat. Salah satu fitur yang mulai sering dijumpai di mobil-mobil modern adalah Idling Stop System atau sistem auto start-stop. Banyak yang menganggap fitur ini sekadar pemanis atau gimmick pabrikan, padahal sebenarnya punya fungsi penting dalam efisiensi bahan bakar. Teknologi ini bahkan disebut-sebut mampu membantu menekan konsumsi bensin secara signifikan, terutama bagi pengguna mobil di perkotaan dengan lalu lintas padat.
Namun, di sisi lain, sebagian pengemudi masih merasa ragu terhadap manfaatnya. Ada yang menilai fitur ini justru mengganggu kenyamanan berkendara, terutama ketika mesin mobil harus sering mati dan hidup berulang kali. Pertanyaannya, apakah benar Idling Stop System bisa membuat mobil lebih irit bahan bakar, atau justru sebaliknya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
