Berbeda dengan mobil yang memiliki empat roda dengan dimensi yang sama, sepeda motor memiliki konfigurasi dua roda yang sering kali menggunakan ukuran dan profil berbeda antara bagian depan dan belakang. Perbedaan peran yang kontras antara ban sebagai pengarah kemudi di depan dan ban sebagai penyalur tenaga mesin di belakang menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tindakan rotasi pada kendaraan roda dua.
Pemahaman mengenai mekanika dasar sepeda motor sangat penting untuk mengetahui apakah prosedur perpindahan posisi ban ini bisa diterapkan atau justru membahayakan keselamatan. Mengingat ban adalah komponen vital yang menjamin traksi di atas aspal, setiap keputusan perawatan harus didasarkan pada spesifikasi teknis dan desain pabrikan guna menghindari risiko kegagalan fungsi saat berkendara.
