Evolusi transportasi menuju kendaraan listrik sering kali memunculkan anggapan bahwa ketiadaan mesin pembakaran internal berarti hilangnya risiko panas berlebih. Tanpa adanya ledakan piston dan percikan api ribuan kali per menit, secara visual mobil listrik memang tampak lebih dingin dan tenang dibandingkan kendaraan konvensional.
Namun, hukum fisika tetap berlaku pada setiap aliran elektron yang bergerak melalui hambatan. Komponen-komponen utama pada kendaraan elektrik tetap menghasilkan energi termal yang signifikan, terutama saat menghadapi beban kerja berat atau kondisi lingkungan yang ekstrem, sehingga risiko kenaikan suhu yang tidak terkendali tetap menjadi ancaman nyata.
