Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Mobil Perlu Ganti Oli Setelah Dipakai Mudik?
ilustrasi ganti oli (unsplash.com/Tim Mossholder)
  • Mobil tidak wajib ganti oli setelah mudik jika jarak tempuh di bawah 5000 km dan kondisi penggunaan tergolong normal tanpa beban berat atau akselerasi ekstrem.
  • Oli perlu diganti bila perjalanan melebihi 5000 km, melewati jalan ekstrem, cuaca panas, kemacetan parah, atau membawa muatan berat yang memaksa mesin bekerja keras.
  • Selain oli, komponen seperti kaki-kaki, suspensi, tekanan ban, dan kondisi mesin harus dicek untuk memastikan mobil tetap aman dan performanya optimal setelah perjalanan jauh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mobil pribadi kerap jadi opsi kendaraan mudik paling efektif, khususnya ketika harus menempuh jarak jauh hingga ratusan kilometer. Saat dipakai mudik, mobil umumnya melewati banyak rintangan seperti jalan rusak hingga cuaca ekstrem. Karena itu, kondisi mobil harus dijaga, termasuk setelah penggunaannya.

Namun, apakah mobil perlu ganti oli setelah dipakai mudik? Selain itu, apa yang terjadi jika tidak melakukan ganti oli pasca mudik? Yuk, temukan jawabannya lewat artikel berikut!

1. Apakah mobil perlu ganti oli setelah mudik?

Sebenarnya kamu tidak perlu mengganti oli setelah mobil dipakai mudik. Walau jauh, perjalanan mudik umumnya hanya memakan jarak kurang dari 5.000 kilometer. Padahal biasanya jarak pergantian oli mobil ada pada angka 5.000 hingga 15.000 kilometer.

Di luar itu, ganti oli juga tak perlu dilakukan jika kamu sudah menggantinya sebelum berangkat mudik. Purnomo selaku 4W Service Area Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga menambahkan bahwa mobil digunakan dengan normal, tak perlu dilakukan pergantian oli sepulang mudik. Penggunaan normal yang dimaksud adalah tidak membawa barang terlalu berat dan jarang melakukan akselerasi cepat. Kalau khawatir, kamu cukup melakukan pengecekan oli mobil secara mandiri.

2. Kondisi yang mengharuskan mobil ganti oli setelah mudik

ilustrasi ganti oli (unsplash.com/set.sj)

Walau secara umum oli mobil tak perlu diganti, tapi ada beberapa kondisi di mana hal tersebut menjadi wajib. Keadaan pertama, jika perjalanan mudik terlalu jauh, contohnya melebihi 5000 kilometer. Jika sudah sejauh itu, mobil harus diganti oli sesuai dengan anjuran pergantian rutin.

Kondisi jalanan ekstrem seperti trek berlumpur, tanjakan tinggi, atau turunan curam juga menjadi kondisi di mana kamu harus mengganti oli setelah mudik. Pasalnya, semua hal tersebut memaksamu untuk mendorong mobil ke performa tertingginya. Jalanan yang terlalu macet, cuaca ekstrem, dan barang bawaan berat juga membuatmu harus mengganti oli setelah mudik.

3. Komponen mobil yang perlu dicek setelah mudik

Selain pergantian atau pengecekan oli, kamu juga harus waspada terhadap komponen lain setelah mobil dipakai mudik jarak jauh. Nah, komponen pertama yang harus dicek adalah kaki-kaki dan sistem suspensi. Saat mudik kedua komponen tersebut bisa rusak akibat benturan ketika melewati jalan berlubang hingga berbatu.

Tak cuma itu, tekanan angin ban juga harus diperiksa. Jika terlalu rendah, kamu harus menambah tekanannya. Umumnya, tekanan ideal bagi ban mobil ada di angka 33—35 PSI. Mesin juga rawan rusak jika kamu melewati jalanan yang terlalu ekstrem. Untuk itu, pastikan mesin tidak berasap, bergetar hebat, mengalami overheat, atau mengeluarkan suara keras saat diguanakan berkendara setelah mudik.

4. Tanda mobil perlu segera diganti oli setelah mudik

Alih-alih buru-buru ganti oli, sebaliknya perhatikan dulu tanda berikut. Jika mengalami satu atau beberapa dari tanda ini, berarti mobilmu memang perlu ganti oli.

  • Warna oli jadi hitam pekat

Oli yang masih bagus umumnya berwarna kuning atau cokelat jernih. Jika sudah berubah menjadi hitam pekat, artinya oli berada dalam kondisi yang buruk. Untuk mengetahui warna oli kamu bisa melakukan pengecekan dengan dipstick.

  • Suara mobil jadi kasar

Jika suara mobil jadi kasar, berat, atau keras artinya pelumasan oli sudah tidak maksimal dan harus segera diganti. Kalau dibiarkan, mesin dan komponen lain akan rusak.

  • Performa dan akselerasi menurun

Penurunan performa dan akselerasi mobil diakibatkan oleh kemampuan pelumasan oli yang melemah. Hal ini bisa berakibat buruk bagi kondisi mobil sehingga pergantian oli harus segera dilakukan.

  • Lampu indikator oli menyala

Pada dashboard terdapat lampu indikator oli berwarna kuning atau kemerahan. Jika menyala, artinya oli sudah habis, tekanannya rendah, atau kualitasnya menurun drastis.

  • Asap berubah warna jadi hitam pekat

Asap yang berubah jadi hitam pekat menandakan kondisi oli sangat buruk. Hal ini juga menunjukan sistem pelumasan yang tak optimal atau oli masuk ke sistem pembakaran. Pergantian oli harus segera dilakukan jika tak ingin mesin rusak.

Cuma kamu yang tahu apakah mobil perlu ganti oli setelah dipakai mudik atau tidak. Sebab, situasi mudik dan kondisi tiap mobil sangat berbeda tergantung bagaimana penggunaannya. Jika kondisi mobil masih bagus, pergantian oli tak perlu dilakukan. Sebaliknya, kamu harus segera mengganti oli jika mobil sudah tidak sehat.

FAQ seputar apakah mobil perlu ganti oli setelah dipakai mudik

Apakah mobil perlu ganti oli setelah dipakai mudik?

Sebenarnya, mobil tak perlu diganti oleh setelah dipakai mudik. Kamu hanya perlu melakukan pengecekan ringan secara mandiri. Misal pun diganti, ada beberapa hal khusus yang melatarbelakingnya seperti kondisi mobil yang memburuk.

Apakah perjalanan mudik bisa mempengaruhi kondisi oli di mobil?

Iya, perjalanan mobil bisa mempengaruhi kondisi oli mobil, khususnya jika kamu melewati jalanan ekstrem, membawa bawaan berat, atau jarak kampung halaman sangat jauh.

Bagaimana cara mengecek kondisi oli setelah mudik?

Kamu bisa mengecek kondisi oli dengan cara menarik dan memeriksa dipstick (tongkat pengukur oli) di mobil.

Editorial Team