ilustrasi service mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner)
Setelah dibawa mudik, biasanya mobil akan terasa berbeda atau mengalami beberapa hal yang tak biasa. Itu bisa menjadi tanda-tanda mobil harus segera masuk ke tempat service.
Lampu Check Engine akan menyala ketika ada masalah di mesin atau sistem emisi mobil. Hal tersebut bisa mengisyaratkan masalah yang serius. Karena itu, kamu harus segera melakukan service.
Setelah dipakai mudik, terkadang mesin mobil akan mengeluarkan suara aneh seperti bunyi keras, dengungan, gemeretak, atau ketukan. Masalahnya bisa beragam, baik pada mesin atau transmisi. Untuk memperbaikinya, mobil wajib masuk bengkel.
Penurunan performa bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti tenaga berkurang, akselerasi lambat, mobil tidak responsif, atau boros bahan bakar. Masalahnya juga beragam, bisa karena pembakaran, filter udara, atau gusi yang aus.
Cairan mobil yang bocor ada banyak, seperti oli atau air radiator. Kerusakan tersebut bisa terjadi karena adanya hantaman benda kasar hingga mesin yang sudah usang.
Setelah mudik, ban mobil bisa aus dan sistem suspensi rusak karena jalanan yang ekstrem. Alhasil, mobil akan bergetar hebat saat dibawa berkendara. Tentunya, masalah tersebut hanya bisa diselesaikan dengan service di bengkel.
Hanya kamu yang tahu apakah perlu servis mobil setelah mudik atau tidak. Jadi, cermati dan pastikan kondisi mobilmu cukup aman atau sebaliknya, ya.
Apakah perlu service mobil setelah mudik? | Mobil tak wajib melakukan service setelah mudik. Namun, kamu bisa melakukan pengecekan ringan setelah mudik. Jika dirasa ada banyak kerusakan berat, barulah mobil harus dibawa ke bengkel. |
Apa saja komponen mobil yang harus dicek setelah mudik? | Beberapa komponen mobil yang harus dicek seteleh mudik adalah mesin, kaki-kaki, oli, dan transmisi. |
Berapa biaya service mobil setelah mudik? | Biaya service mobil sangat bervariasi tergantung modelnya dan kerusakan apa yang dialami. |