Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi setir mobil (freepik.com/freepik)
ilustrasi setir mobil (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Cara kerja power steering hidrolik

  • Alasan power steering hidrolik cenderung lebih siap menghadapi banjir

  • Risiko tersembunyi power steering hidrolik setelah mobil terendam

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banjir kerap jadi momok buat pemilik mobil, terutama di kota besar yang hujan derasnya makin sulit ditebak. Salah satu komponen yang paling rentan terdampak oleh rendaman air adalah sistem power steering. Banyak pengemudi mulai membandingkan ketangguhan antara sistem hidrolik konvensional dengan teknologi elektrik yang kini mulai mendominasi pasar otomotif.

Sistem power steering hidrolik sering dianggap lebih tangguh karena mengandalkan tekanan oli dan komponen mekanis yang solid. Berbeda dengan sistem elektrik yang penuh dengan sensor sensitif, komponen utama hidrolik di bagian bawah mobil cenderung lebih minim risiko korsleting saat terkena air. Mari simak ulasan berikut ini tentang ketahanan power steering hidrolik saat menghadapi genangan air!

1. Cara kerja power steering hidrolik

ilustrasi power steering mobil (freepik.com/freepik)

Power steering hidrolik bekerja dengan bantuan pompa yang digerakkan langsung oleh mesin. Pompa ini menekan oli khusus untuk membantu meringankan putaran setir, terutama saat mobil melaju pelan atau sedang parkir. Alhasil, pengemudi gak perlu mengerahkan banyak tenaga saat bermanuver.

Sistem ini didominasi komponen mekanis yang tertutup rapat, mulai dari pompa, selang, hingga rack steer. Selama kondisinya sehat dan bebas bocor, oli akan bersirkulasi dengan stabil. Tak heran jika power steering hidrolik dikenal bandel dan awet untuk pemakaian harian.

2. Alasan power steering hidrolik cenderung lebih siap menghadapi banjir

ilustrasi menyetir mobil (freepik.com/pvproduction)

Keunggulan utama power steering hidrolik terletak pada minimnya komponen elektronik. Sistem ini mengandalkan tekanan fluida, bukan sensor atau modul listrik yang lebih sensitif terhadap air. Tak pelak, risiko gangguan akibat korsleting jadi lebih kecil saat mobil melewati genangan.

Selain itu, pompa dan jalur selang hidrolik umumnya berada cukup tinggi di ruang mesin. Selama air gak sampai merendam mesin secara ekstrem, fungsi kemudi biasanya masih berjalan normal. Umumnya, oli hidrolik berada dalam sirkuit tertutup yang relatif sulit dimasuki air dari luar.

3. Risiko tersembunyi power steering hidrolik setelah mobil terendam

ilustrasi mengemudi saat hujan (unsplash.com/Basil Minhaj)

Meski terbilang lebih tahan, power steering hidrolik tetap punya titik lemah. Air kotor bisa menyusup lewat seal yang sudah aus atau selang yang mulai getas. Usai itu, oli hidrolik berpotensi tercemar dan membuat setir terasa berat atau memunculkan bunyi aneh.

Komponen mekanis seperti rack steer juga rawan karat jika sering terendam air. Efeknya memang jarang terasa langsung, tapi perlahan membuat putaran setir jadi seret. Nyatanya, keluhan seperti ini sering muncul beberapa minggu setelah banjir berlalu.

4. Gambaran singkat perbandingan dengan electric power steering saat banjir

ilustrasi power steering mobil (freepik.com/freepik)

Electric power steering (EPS) mengandalkan motor listrik dan sensor elektronik untuk membantu kerja kemudi. Sistem ini lebih efisien dan terasa ringan, namun cenderung sensitif terhadap air. Jika modul atau konektornya terendam, potensi error pun meningkat.

Kendati begitu, mobil modern biasanya dibekali perlindungan ekstra seperti seal dan posisi modul yang lebih aman. Namun jika terjadi kerusakan, biaya perbaikan EPS bisa terbilang mahal. Inilah alasan sebagian pengguna masih menilai sistem hidrolik lebih bersahabat di kondisi ekstrem.

Power steering hidrolik memang relatif lebih tahan banjir karena mengandalkan sistem mekanis dan fluida tertutup. Kendati begitu, ketahanannya tetap bergantung pada kondisi komponen dan perawatan rutin. Buat kamu yang sering melewati genangan, memeriksa sistem kemudi setelah banjir adalah langkah bijak agar mobil tetap nyaman dan aman dipakai harian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team