Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Foto 4 -  JAECOO J7 SHS-P melintasi kawasan pegunungan, membuktikan fleksibilitas penggunaan melalui kemampuan suplai daya eksternal hingga 3,3 kW..jpeg
Mobil SUV JAECOO J7 SHS-P (JAECOO Indonesia)

Intinya sih...

  • Penarikan kembali (recall) Chery Jaecoo J7 dan Tiggo 7 di China karena masalah pada klip kabel ECU yang bisa menyebabkan mesin mati tiba-tiba.

  • 1.108 unit kendaraan diproduksi antara 1 April hingga 8 Desember 2025 terdampak, termasuk Tansuo 06 (Jaecoo J7) dan berbagai varian Tiggo 7 1.6T.

  • Pemilik kendaraan akan mendapatkan perbaikan gratis tanpa biaya apapun, dengan pihak diler resmi melakukan inspeksi menyeluruh terhadap perakitan rangkaian kabel ECU.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Chery Automobile secara resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) untuk dua model SUV andalannya di China menyusul temuan cacat produksi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Langkah proaktif ini diambil setelah perusahaan mengidentifikasi adanya masalah pada komponen kelistrikan yang dapat menyebabkan mesin kendaraan mati secara tiba-tiba saat sedang melaju di jalan raya.

Penarikan ini mencakup model Chery Tansuo 06, yang lebih dikenal di pasar internasional sebagai Jaecoo J7, serta seri Tiggo 7 1.6T terbaru. Berdasarkan laporan yang dilansir dari CarNewsChina, tindakan ini merupakan bentuk kepatuhan produsen terhadap regulasi keselamatan kendaraan guna melindungi pengemudi dan pengguna jalan lainnya dari risiko kecelakaan yang tidak terduga.

1. Masalah pada klip kabel ECU yang picu kerusakan mesin

Mobil SUV JAECOO J7 SHS-P (JAECOO Indonesia)

Akar permasalahan dari penarikan ini terletak pada pemasangan klip penahan rangkaian kabel (wiring harness) pada unit kontrol elektronik (ECU) mesin. Investigasi internal menunjukkan bahwa selama proses perakitan di pabrik, beberapa unit tidak dipasang dengan pengancing yang sempurna. Meskipun terlihat seperti masalah kecil, kelalaian dalam pengamanan kabel ini memiliki dampak jangka panjang yang cukup serius bagi keandalan mesin.

Seiring penggunaan kendaraan, rangkaian kabel yang tidak terpasang kencang akan terus mengalami gesekan akibat getaran mesin. Gesekan terus-menerus ini dapat mengikis lapisan pelindung kabel hingga menyebabkan keausan ekstrem. Jika rangkaian kabel tersebut rusak atau terputus, sinyal listrik ke mesin akan terganggu, yang mengakibatkan mesin mogok mendadak di tengah perjalanan. Kondisi ini sangat berbahaya jika terjadi saat kendaraan sedang dipacu dalam kecepatan tinggi atau berada di tengah kemacetan yang padat.

2. Unit yang terdampak dan spesifikasi produksi 2025

Mobil SUV JAECOO J7 SHS-P (JAECOO Indonesia)

Penarikan ini melibatkan sebanyak 1.108 unit kendaraan yang diproduksi dalam rentang waktu antara 1 April hingga 8 Desember 2025. Model yang masuk dalam daftar penarikan meliputi Tansuo 06 (Jaecoo J7) dan berbagai varian Tiggo 7 1.6T, termasuk tipe Sport dan Plus. Kedua model ini merupakan pilar utama strategi SUV kompak Chery yang ditenagai oleh mesin 1.6 liter turbocharged dengan transmisi dual-clutch 7-percepatan.

Di pasar domestik China, Tiggo 7 merupakan unit dengan volume penjualan tinggi yang menyasar segmen harga terjangkau, sementara Tansuo 06 diposisikan sebagai SUV yang lebih tangguh untuk kebutuhan off-road ringan dengan harga yang sedikit lebih premium. Pemilik kendaraan yang diproduksi pada periode tersebut dihimbau untuk segera melakukan pengecekan guna memastikan apakah nomor identifikasi kendaraan mereka termasuk dalam batch produksi yang bermasalah.

3. Komitmen perbaikan gratis bagi seluruh pemilik kendaraan

Jaecoo J7 (jaecoo.id)

Chery menjamin bahwa seluruh proses pemeriksaan dan perbaikan dalam program penarikan ini tidak akan dikenakan biaya sepeser pun atau gratis bagi pemilik kendaraan. Pihak diler resmi akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap perakitan rangkaian kabel ECU. Jika ditemukan klip yang tidak terpasang dengan benar atau kabel yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, teknisi akan segera memperbaiki atau mengganti komponen tersebut dengan yang baru.

Untuk menjangkau para pemilik kendaraan, Chery melakukan sosialisasi secara masif melalui surat tercatat, panggilan telepon, hingga pesan singkat. Selain menunggu pemberitahuan, pelanggan juga dapat mengambil langkah proaktif dengan menghubungi pusat layanan pelanggan resmi atau memantau situs web otoritas pasar di China. Tindakan cepat yang mulai berlaku efektif pada akhir Januari 2026 ini menunjukkan komitmen Chery dalam menjaga standar kualitas dan kepercayaan konsumen di industri otomotif global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team