Pada mobil berpenggerak roda depan atau front-wheel drive (FWD), banyak orang mengira ban depan akan lebih cepat aus dibanding ban belakang. Anggapan tersebut cukup masuk akal karena ban depan bertugas menyalurkan tenaga mesin sekaligus mengendalikan arah kendaraan. Namun, dalam beberapa kasus justru ban belakang yang lebih cepat habis meski mobil menggunakan sistem penggerak depan.
Kondisi seperti ini tidak boleh dianggap normal tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Keausan ban belakang yang tidak wajar sering menjadi tanda adanya masalah pada kaki-kaki, sistem suspensi, atau kebiasaan penggunaan kendaraan. Berikut beberapa penyebab yang paling sering membuat ban belakang cepat aus pada mobil berpenggerak depan.
