Persiapan mudik lebaran sering kali hanya terfokus pada kondisi mesin dan kenyamanan interior, sementara komponen yang bersentuhan langsung dengan aspal sering terabaikan. Memaksakan ban yang sudah kehilangan pola tapak atau botak untuk menempuh perjalanan ratusan kilometer adalah keputusan yang sangat berisiko bagi keselamatan seluruh penumpang di dalam kendaraan.
Kondisi jalanan saat musim mudik yang tidak menentu, mulai dari aspal panas hingga guyuran hujan deras, menuntut performa ban dalam keadaan prima. Ban yang sudah aus tidak lagi memiliki kemampuan cengkeraman yang memadai, sehingga potensi kecelakaan fatal meningkat drastis terutama saat kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi di jalan tol.
