Penggunaan gas nitrogen sebagai pengisi ban kendaraan kini telah menjadi pemandangan yang sangat lumrah di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum. Banyak pengelola pos pengisian nitrogen yang mengeklaim berbagai keunggulan, mulai dari menjaga suhu ban tetap dingin hingga membuat laju kendaraan terasa jauh lebih enteng saat dikendarai.
Klaim mengenai mobil yang terasa lebih ringan setelah mengisi nitrogen telah tertanam kuat di benak sebagian besar pemilik kendaraan sebagai sebuah kebenaran ilmiah. Namun, jika dibedah secara mendalam melalui hukum fisika murni, benarkah penggantian jenis gas di dalam ban mampu mengubah bobot keseluruhan mobil secara signifikan, ataukah hal tersebut hanyalah bagian dari taktik pemasaran yang cerdas?
