Raksasa otomotif asal Jepang, Honda, baru saja mengejutkan publik dengan keputusan drastis untuk membatalkan peluncuran tiga model kendaraan listrik andalan mereka di pasar Amerika Utara. Langkah ini terpaksa diambil sebagai respons terhadap lesunya permintaan mobil listrik global yang tidak sesuai dengan proyeksi awal perusahaan.
Keputusan besar tersebut membawa konsekuensi finansial yang sangat menyakitkan bagi neraca keuangan perusahaan. Pembatalan ini menyebabkan Honda harus menanggung kerugian hingga mencapai 2,5 triliun yen, atau setara dengan Rp265,4 triliun, sebuah angka yang mencerminkan besarnya investasi yang telah tertanam sebelumnya.
