Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Begini Ciri-ciri Engine Mounting Mobil yang Sudah Aus
Engine mounting mobil (Suzuki)

Jakarta, IDN Times - Engine mounting di mobil berfungsi penting, yaitu untuk menyangga mesin dan rangka body mobil. Bukan hanya itu, engine mounting juga menjadi peredam getaran dari mesin mobil saat mesin sedang bekerja.

Nah, sama seperti komponen mobil lainnya, engine mounting juga memiliki masa pakai. Menjelang keausannya, akan ada beberapa ciri yang bisa dirasakan oleh pengemudi mobil.

1. Getaran mesin

Ilustrasi engine mounting (Suzuki)

Mengutip dari berbagai sumber, ciri pertama engine mounting sudah aus ialah getaran pada mesin mobil yang menjadi lebih terasa dari sebelumnya, khususnya dalam keadaan stasioner.

Getaran mesin yang semakin kuat juga jadi tanda seberapa parah kondisi engine mounting, karena komponen tersebut sudah tidak bisa menyangga mesin dengan baik.

2. Hentakan mesin

Ilustrasi mesin turbo (pexels/Joaquin Delgado)

Selanjutnya, ciri engine mounting yang sudah minta diganti ialah hentakan mesin lebih kuat dari sebelumnya. Hal ini bisa terasa ketika mobil sedang dalam kondisi stationer, injak pedal gas secara tiba-tiba.

Jika hentakan saat pedal gas diinjak sangat terasa, maka sudah dapat dipastikan kalau engine mounting mobil sudah saatnya diganti.

3. Bunyi dan posisi mesin

Honda Clarity (hondanews.com/)

Kemudian, apabila terdengar bunyi-bunyi aneh ditambah getaran berlebih di mobil terutama ketika sedang berakselerasi atau deselerasi, hampir dapat dipastikan kondisi engine mountingnya sudah tidak baik lagi.

Posisi mesin yang sudah tidak proporsional juga dapat menjadi tanda engine mounting yang sudah mengalami kerusakan. Memang, masa pakai engine mounting bisa dibilang panjang, sekitar 50-60 ribu kilometer baru diganti. Namun tidak ada salahnya untuk secara rutin mengecek kondisi engine mounting mobil, kan?

Editorial Team