Anggapan bahwa ban mobil bermesin diesel memiliki usia pakai yang lebih singkat dibandingkan ban mobil bermesin bensin sering kali menjadi topik diskusi hangat di kalangan pengguna otomotif. Banyak pengemudi merasakan bahwa frekuensi penggantian karet ban pada varian diesel terjadi lebih cepat, meskipun jarak tempuh yang dilalui cenderung serupa dengan kendaraan berbahan bakar bensin.
Fenomena ini bukanlah sekadar mitos, melainkan konsekuensi logis dari perbedaan spesifikasi teknis dan karakteristik performa yang dimiliki oleh mesin peminum solar. Kombinasi antara konstruksi mesin yang masif dan cara tenaga disalurkan ke permukaan jalan menjadi faktor penentu utama yang membuat friksi pada permukaan ban mobil diesel jauh lebih intens dibandingkan mobil bensin.
