Diameter roda kemudi atau setir sering kali dianggap sebagai elemen desain semata yang menyesuaikan estetika interior kendaraan. Namun, bagi para insinyur otomotif, ukuran lingkaran ini merupakan variabel krusial yang menentukan ergonomi, distribusi tenaga saat memutar, hingga respon kendaraan terhadap input dari pengemudi.
Kenyamanan berkendara sangat bergantung pada seberapa alami interaksi antara tangan dan kendali utama tersebut. Perbedaan beberapa sentimeter pada diameter setir dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kelelahan otot lengan, visibilitas panel instrumen, hingga stabilitas manuver saat melaju di berbagai kondisi jalanan.
