Mengemudi dalam durasi panjang sering kali memunculkan upaya untuk menghemat konsumsi bahan bakar, salah satunya dengan mematikan sistem pendingin udara atau AC. Namun, keputusan untuk membiarkan kabin tetap hangat di tengah cuaca tropis ternyata membawa dampak signifikan terhadap kondisi fisik dan konsentrasi seseorang di balik kemudi.
Fenomena kelelahan yang datang lebih cepat saat berkendara tanpa AC bukan sekadar sugesti semata, melainkan hasil dari reaksi tubuh terhadap perubahan suhu lingkungan. Memahami hubungan antara regulasi suhu tubuh dengan fungsi kognitif sangat penting agar efisiensi bahan bakar tidak mengorbankan keselamatan nyawa selama perjalanan jauh.
