Mendengarkan musik favorit saat menempuh perjalanan jauh sering kali dianggap sebagai cara paling ampuh untuk mengusir rasa kantuk dan kebosanan. Namun, volume suara yang terlalu kencang di dalam kabin kendaraan dapat menciptakan isolasi sensorik yang memisahkan pengemudi dari kondisi nyata di jalan raya, sehingga potensi bahaya sering kali terlambat disadari.
Berbagai penelitian di bidang psikologi transportasi menunjukkan adanya kaitan erat antara intensitas suara dengan kecepatan reaksi manusia dalam mengambil keputusan darurat. Musik dengan volume tinggi bukan sekadar hiburan, melainkan stimulus kuat yang mampu membebani kapasitas kerja otak, yang pada akhirnya dapat mengompromikan keselamatan seluruh penumpang.
