Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bentley Mulai Prioritaskan Mesin Hibrida di Era Transisi
Bentley Continental GT Speed Edition 12. (Bentleymotors.com)
  • Bentley mengubah strategi globalnya dengan memprioritaskan pengembangan mobil hibrida, menyesuaikan diri dengan tren pasar mewah yang masih menyukai performa mesin konvensional berpadu teknologi listrik.
  • Model hibrida seperti Continental GT dan Flying Spur menjadi andalan baru Bentley, menawarkan kombinasi tenaga V8 dan motor listrik untuk efisiensi tanpa mengorbankan karakter khas merek tersebut.
  • Meski fokus pada hibrida, Bentley tetap berencana meluncurkan SUV listrik pertama pada 2027, namun proyek EV lainnya tertunda akibat tantangan biaya dan platform bersama Porsche.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pabrikan mobil mewah asal Inggris, Bentley, secara resmi mengumumkan perubahan haluan besar dalam strategi bisnis global mereka. Alih-alih memaksakan transisi penuh ke kendaraan listrik murni dalam waktu dekat, jenama eksklusif ini memilih untuk memfokuskan pengembangan pada lini mobil hibrida guna menjaga loyalitas pelanggan kelas atas.

Pergeseran arah ini dipicu oleh evaluasi mendalam terhadap dinamika pasar otomotif yang berubah drastis dibandingkan dua tahun lalu. Bentley menyadari bahwa segmen konsumen mewah masih menaruh kepercayaan tinggi pada performa mesin pembakaran internal yang dipadukan dengan efisiensi teknologi listrik, dibandingkan beralih sepenuhnya ke tenaga baterai.

1. Revaluasi rencana produk di tengah penurunan minat ev

Bentley Continental GT Speed Edition 12. (Bentleymotors.com)

Keputusan Bentley untuk memikirkan ulang seluruh lini produknya merupakan cerminan dari tren lesunya permintaan kendaraan listrik (EV) di tingkat global. Direktur Utama Bentley, Frank Walliser, menjelaskan bahwa rencana perusahaan saat ini terlihat sangat berbeda dari target awal mereka. Sebelumnya, Bentley sempat mencanangkan peluncuran lima model mobil listrik baru hingga tahun 2035, namun ambisi tersebut kini harus disesuaikan dengan realitas pasar.

Banyak produsen mobil mewah menemukan fakta bahwa pelanggan mereka masih sangat mencintai suara dan karakteristik mesin tradisional. Minat terhadap model bertenaga baterai yang mahal ternyata tidak setinggi yang diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itu, fokus kini dialihkan pada pengembangan sistem plug-in hybrid yang menawarkan fleksibilitas lebih baik, memungkinkan pemilik tetap menikmati sensasi mesin konvensional tanpa meninggalkan aspek ramah lingkungan.

2. Penguatan lini hibrida v8 untuk kepuasan pelanggan

Ilustrasi mobil Bentley (bentleymotors.com)

Saat ini, Bentley telah memiliki fondasi yang kuat dalam teknologi hibrida melalui model ikonik mereka. Versi hibrida dari Continental GT dan Flying Spur menjadi bukti nyata bagaimana mesin V8 yang bertenaga dapat bekerja secara harmonis dengan motor listrik. Kombinasi ini memberikan tenaga instan sekaligus efisiensi yang dibutuhkan untuk mobilitas modern di perkotaan tanpa menghilangkan jati diri Bentley yang dikenal berperforma tinggi.

Frank Walliser menekankan bahwa pergeseran ini bukan berarti Bentley berhenti berinovasi, melainkan memberikan apa yang benar-benar diinginkan oleh konsumen. Bagi pelanggan kelas atas, transisi menuju hibrida dianggap sebagai jembatan yang paling masuk akal. Teknologi ini memberikan kemudahan pengisian daya di rumah melalui sistem plug-in, namun tetap menjamin ketenangan pikiran saat melakukan perjalanan jarak jauh tanpa harus bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya publik.

3. Nasib suv listrik pertama dan tantangan platform Porsche

Bentley Continental GT Speed Edition 12. (Bentleymotors.com)

Meski fokus beralih ke hibrida, Bentley tetap berencana merilis setidaknya satu mobil listrik murni pertamanya pada tahun 2027. Model tersebut diprediksi berupa SUV perkotaan yang mengambil inspirasi dari konsep EXP 15. Kendaraan masa depan ini direncanakan mengadopsi teknologi baterai dan motor yang serupa dengan Porsche Cayenne Electric, termasuk kemampuan pengisian daya super cepat yang dapat menambah jarak tempuh 160 km hanya dalam waktu tujuh menit.

Namun, rencana pengembangan EV tambahan lainnya menemui hambatan teknis dan finansial yang cukup serius. Bentley semula berencana menggunakan platform yang dikembangkan oleh Porsche, namun proyek tersebut terhenti karena pertimbangan biaya produksi yang dianggap terlalu mahal jika harus membangun empat model EV tambahan secara mandiri. Strategi ini menunjukkan bahwa di tahun 2026, aspek efisiensi biaya dan kebutuhan pasar menjadi penentu utama bagi jenama mewah dalam melangkah menuju era elektrifikasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team