Mobil listrik sering kali dipuja karena akselerasinya yang instan, kabin yang senyap, serta biaya operasional harian yang jauh lebih murah dibandingkan kendaraan konvensional. Namun, di balik segala kecanggihan tersebut, tersimpan risiko finansial yang besar ketika komponen utama seperti paket baterai mulai mengalami penurunan performa atau mengalami kerusakan permanen.
Sebuah kasus nyata yang dialami pemilik Tesla Model S tahun 2013 di Amerika Serikat menjadi peringatan keras bagi para pengguna kendaraan listrik mengenai biaya perawatan jangka panjang. Estimasi biaya yang dikeluarkan oleh pusat layanan resmi, seperti dikutip dari Carscoops, menunjukkan bahwa harga untuk melakukan pembaruan atau penggantian baterai kini bisa mencapai dua kali lipat dari nilai jual kendaraan itu sendiri di pasar mobil bekas.
