Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, tengah melakukan evaluasi mendalam terkait kelayakan pembangunan pabrik manufaktur kendaraan energi baru (NEV) di Kanada. Langkah ini diambil sebagai bagian dari ambisi besar perusahaan untuk memperluas jejak produksinya di Amerika Utara, memanfaatkan pelonggaran kebijakan tarif tertentu yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Berbeda dengan tren kerja sama global pada umumnya, produsen ini lebih memilih kepemilikan fasilitas secara penuh daripada melalui skema usaha patungan (joint venture). Pendekatan mandiri ini dianggap lebih efisien dalam menjaga kendali operasional dan kualitas, terutama saat perusahaan berusaha mengejar target ambisius penjualan luar negeri sebesar 1,3 juta unit pada tahun 2026.
