ilustrasi hoaks (pixabay.com/geralt-9301)
Gugatan hukum yang dimenangkan oleh BYD ini sebenarnya sudah bergulir cukup lama dan pertama kali diungkap ke publik pada bulan Desember 2025 melalui putusan sidang tingkat pertama. Pengadilan menyatakan bahwa akun "Long Ge Talks EVs" beserta akun jaringan servisnya, "Managedian New Energy Auto Repair", terbukti merekayasa dan menyebarkan berita bohong di platform digital populer seperti Douyin dan WeChat Channels. Kasus ini menambah panjang daftar persidangan serupa yang melibatkan para produsen mobil besar di China seperti Great Wall Motor dan XPeng dalam melawan kreator konten nakal.
Blogger yang bersangkutan ternyata tidak hanya bermasalah dengan BYD, karena dirinya juga menghadapi tuntutan hukum terpisah dari merek Seres dan Aito yang berujung pada kewajiban membayar denda tambahan sebesar 160.000 yuan. Menanggapi maraknya kasus hoaks ini, Jenderal Manajer Humas dan Merek BYD, Li Yunfei, memberikan pernyataan tegas melalui akun media sosialnya. "Perusahaan menerima kritik obyektif dan pelaporan berbasis fakta, tetapi kami akan terus menggunakan jalur hukum terhadap konten daring yang direkayasa atau bersifat memfitnah," ujar Li Yunfei.