Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)
penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Raksasa otomotif asal China, BYD, kembali menjadi pusat perhatian seiring berhembusnya rumor mengenai pengembangan sistem plug-in hybrid (PHEV) generasi terbaru. Langkah ini muncul tepat saat China mulai menerapkan kerangka kerja pengembangan kendaraan energi baru untuk periode strategis tahun 2026 hingga 2030.

Spekulasi mengenai sistem yang disebut sebagai "DM-i 6.0" ini telah memicu diskusi hangat di berbagai platform daring dan kelompok penggemar otomotif. Meskipun perusahaan belum memberikan konfirmasi resmi, bocoran spesifikasi teknis yang beredar menjanjikan lompatan performa yang melampaui standar industri saat ini.

1. Rekor efisiensi termal dan jarak tempuh listrik yang fantastis

BYD Sealion 7 (byd.com)

Berdasarkan rumor yang beredar di media otomotif Tiongkok, sistem hibrida generasi berikutnya dari BYD diprediksi mampu mencapai efisiensi termal mesin antara 48 hingga 49,5 persen dalam kondisi uji terkontrol. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari teknologi generasi kelima yang sudah sangat efisien, menandakan kemajuan besar dalam meminimalisir energi yang terbuang saat pembakaran bahan bakar.

Selain efisiensi mesin, sistem baru ini dikabarkan mampu memberikan jarak tempuh murni bertenaga listrik melebihi 300 kilometer berdasarkan protokol pengujian di China. Jika informasi ini akurat, mobil PHEV masa depan BYD akan mampu melayani kebutuhan komuter harian sepenuhnya tanpa setetes bensin pun, namun tetap memiliki fleksibilitas jarak jauh khas kendaraan hibrida.

2. Arsitektur tegangan tinggi dan pengisian daya kilat

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Salah satu poin paling menarik dalam diskusi teknologi "DM-i 6.0" adalah penggunaan arsitektur tegangan tinggi 900 volt. Arsitektur ini mendukung kemampuan pengisian daya yang jauh lebih cepat dibandingkan standar saat ini. Dalam kondisi ideal, teknologi ini diklaim mampu memberikan tambahan jarak tempuh hingga 400 kilometer hanya dalam waktu pengisian sekitar lima menit.

Kecepatan pengisian daya yang setara dengan durasi pengisian bensin di SPBU ini akan menghilangkan hambatan psikologis konsumen terhadap kendaraan listrik. Peningkatan ini kemungkinan besar juga didukung oleh baterai traksi yang lebih besar dengan format sel baru yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi, sehingga distribusi bobot kendaraan tetap optimal meskipun kapasitas daya meningkat.

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Masa depan kendaraan hibrida BYD tampaknya tidak hanya mengandalkan perangkat keras, tetapi juga integrasi perangkat lunak yang cerdas. Spekulasi menyebutkan adanya sistem manajemen energi yang dibantu oleh Artificial Intelligence (AI) untuk mengoptimalkan distribusi daya antara mesin bensin dan motor listrik secara real-time.

Meskipun BYD saat ini masih berfokus pada model 2026 seperti Qin Plus dan Seal 06 yang menawarkan jangkauan listrik 210 kilometer, visi menuju sistem generasi keenam menunjukkan arah perusahaan yang sangat ambisius. Penggunaan AI diharapkan dapat mempelajari pola mengemudi untuk memastikan penggunaan baterai dan bahan bakar mencapai tingkat penghematan yang paling ekstrem, sekaligus menjaga durabilitas komponen mesin dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team