Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)
Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)

Intinya sih...

  • Produksi kendaraan China mencapai 34,78 juta unit tahun 2025

  • Dominasi pabrikan besar dan kontribusi pemain baru

  • Ekspansi pasar global melalui lonjakan ekspor

  • Tekanan biaya dan penurunan profitabilitas di akhir tahun

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Industri otomotif China mencatatkan pencapaian luar biasa sepanjang tahun 2025 dengan total produksi mencapai 34,78 juta unit kendaraan. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mengukuhkan posisi China sebagai pusat manufaktur otomotif terbesar dan paling produktif di dunia saat ini.

Meskipun volume produksi dan pendapatan meroket hingga menyentuh angka 1,60 triliun USD, sektor ini menghadapi tantangan besar dalam hal profitabilitas. Margin keuntungan rata-rata industri tercatat hanya sebesar 4,1 persen, angka yang masih berada di bawah rata-rata perusahaan industri hilir lainnya di China, mencerminkan persaingan harga yang sangat ketat di pasar global.

1. Dominasi pabrikan besar dan kontribusi pemain baru

BYD Sealion 7 (byd.com)

Kesuksesan produksi tahun 2025 didorong oleh performa impresif dari sejumlah produsen otomotif utama. BYD memimpin pasar dengan penjualan fantastis sebanyak 4,6 juta kendaraan, disusul oleh Geely dan Chery yang masing-masing mencatatkan angka di atas 2,6 juta unit. Great Wall Motor juga memberikan kontribusi signifikan dengan pengiriman lebih dari 1,3 juta unit kendaraan ke berbagai belahan dunia.

Selain raksasa konvensional, perusahaan rintisan teknologi cerdas atau "new entrants" juga menunjukkan taji mereka dalam memperkuat volume industri. Leapmotor, XPeng, Li Auto, dan Nio melaporkan angka pengiriman yang terus bertumbuh secara stabil. Bahkan, Xiaomi Auto berhasil melampaui angka 400.000 unit dalam setahun, membuktikan bahwa integrasi teknologi gawai dan otomotif semakin diminati oleh konsumen modern.

2. Ekspansi pasar global melalui lonjakan ekspor

ilustrasi BYD M6 (byd.com)

Pertumbuhan produksi China pada tahun 2025 sangat dipengaruhi oleh strategi ekspansi global yang agresif. Berdasarkan data dari China Passenger Car Association (CPCA), China berhasil mengekspor sebanyak 8,32 juta kendaraan sepanjang tahun tersebut. Meksiko menjadi pasar tujuan utama dengan serapan lebih dari 625 ribu unit, diikuti oleh Rusia dan Uni Emirat Arab yang menunjukkan permintaan sangat tinggi terhadap produk otomotif asal Negeri Tirai Bambu.

Peningkatan volume ekspor ini bukan sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga sebagai strategi untuk mengatasi kejenuhan pasar domestik. Dengan pertumbuhan ekspor yang mencapai jutaan unit, industri otomotif China mampu menjaga roda pabrik tetap berputar kencang meskipun biaya operasional dan logistik terus meningkat. Hal ini mempertegas bahwa keberterimaan merek mobil China di kancah internasional telah mencapai level baru yang lebih mapan.

3. Tekanan biaya dan penurunan profitabilitas di akhir tahun

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

3. Tekanan biaya dan penurunan profitabilitas di akhir tahunMeskipun laporan tahunan menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,1 persen, kondisi di penghujung tahun 2025 atau bulan Desember memperlihatkan tren yang cukup kontras. Laba industri pada bulan terakhir tersebut merosot tajam hingga 57,4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Margin laba di bulan Desember pun menyusut drastis ke angka 1,8 persen, jauh di bawah margin tahunan rata-rata.

Penyusutan laba ini disebabkan oleh kenaikan biaya produksi dan inventaris barang jadi yang menumpuk di gudang. Selain itu, tingginya piutang usaha di seluruh sektor manufaktur menambah beban finansial bagi para produsen. Fenomena ini menunjukkan bahwa di balik angka produksi yang memecahkan rekor, para pelaku industri otomotif China harus berjuang keras menyeimbangkan antara efisiensi biaya dan perang harga demi mempertahankan pangsa pasar mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team