Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ciri-ciri Oli Matik Sudah Wajib Diganti Sebelum Mudik
Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Perubahan warna dan bau menyengat pada oli matik menandakan pelumas sudah terkontaminasi serta kehilangan viskositas, sehingga perlu segera diganti sebelum perjalanan jauh seperti mudik.
  • Gejala jedug, sentakan kasar, atau delay saat perpindahan gigi menunjukkan tekanan hidrolik transmisi tidak stabil akibat oli kotor yang menghambat kinerja sistem perpindahan tenaga.
  • Suara dengung atau gesekan dari kolong mobil menjadi tanda akhir oli matik memburuk dan berisiko merusak girboks jika tidak segera diganti sesuai rekomendasi pabrikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyiapkan performa transmisi otomatis merupakan langkah krusial agar perjalanan mudik tetap lancar tanpa kendala teknis yang merepotkan. Sering kali, banyak pengendara hanya fokus pada oli mesin dan mengabaikan kondisi pelumas transmisi, padahal beban kerja komponen ini akan meningkat drastis saat mobil dipacu menempuh jarak ratusan kilometer dengan muatan penuh.

Mengenali ciri-ciri fisik dan perubahan perilaku mobil menjadi kunci utama untuk mendeteksi apakah pelumas transmisi sudah kehilangan daya lumasnya. Jangan sampai kamu memaksakan kondisi oli yang sudah buruk, karena kerusakan pada sistem girboks matik tidak hanya memakan biaya perbaikan yang sangat mahal, tetapi juga berisiko membuat mobil mogok di tengah kemacetan jalur mudik.

1. Perubahan warna cairan dan aroma yang menyengat

ilustrasi mengecek kondisi oli mobil (pexels.com/Kampus Production)

Cara paling mudah untuk mengetahui kesehatan oli matik adalah dengan memeriksa fisiknya menggunakan batang pengukur (dipstick) atau melihat tetesan pada tisu putih. Oli matik yang masih prima umumnya berwarna merah terang atau merah transparan yang bersih. Jika kamu menemukan warna oli sudah berubah menjadi cokelat tua, keruh, atau bahkan hitam pekat, itu adalah sinyal kuat bahwa pelumas tersebut sudah terkontaminasi kotoran dan serpihan logam halus dari gesekan komponen internal.

Selain warna, perhatikan juga aroma yang tercium dari cairan tersebut. Oli yang sudah wajib diganti biasanya akan mengeluarkan bau sangit atau aroma seperti terbakar yang sangat tajam. Bau ini menandakan bahwa oli telah mengalami panas berlebih (overheating) dan kehilangan viskositasnya. Jika kamu mencium aroma ini, segera lakukan pengurasan oli sebelum berangkat mudik agar sistem hidrolik di dalam transmisi tetap bisa bekerja secara optimal untuk memindahkan tenaga mesin ke roda.

2. Munculnya gejala jedug atau sentakan saat perpindahan gigi

ilustrasi orang memegang tuas transmisi (unsplash/will dutton)

Pernahkah kamu merasakan sensasi "jedug" atau sentakan kasar saat memindahkan tuas transmisi dari posisi P ke D atau R? Gejala ini merupakan indikator klasik bahwa tekanan hidrolik di dalam sistem transmisi sudah tidak stabil akibat kualitas oli yang menurun. Dalam kondisi normal, perpindahan gigi seharusnya terasa sangat halus tanpa adanya hantaman mekanis yang terasa hingga ke dalam kabin penumpang.

Selain sentakan, gejala lain yang sering muncul adalah jeda waktu (delay) yang lama saat kamu menginjak gas namun mobil tidak langsung bergerak. Kondisi ini biasanya terjadi karena oli yang sudah kental atau kotor menyumbat saluran body valve, sehingga perintah untuk memindahkan gigi tidak terlaksana dengan cepat. Jika kamu merasakan mobil terasa malas berakselerasi atau putaran mesin (RPM) melonjak tinggi tanpa diikuti pertambahan kecepatan yang sesuai, itu tandanya oli matik sudah tidak mampu lagi mengunci kopling dengan sempurna.

3. Suara dengung yang tidak wajar dari kolong mobil

ilustrasi seorang montir sedang memperbaiki kaki-kaki mobil (pexels.com/Artem Podrez)

Kualitas pelumas yang memburuk akan menyebabkan komponen di dalam transmisi saling bergesekan tanpa perlindungan yang memadai. Hal ini sering kali menimbulkan suara dengung atau bunyi kasar seperti besi beradu yang terdengar dari area bawah mobil, terutama saat mobil sedang melaju pada kecepatan tertentu. Suara ini akan terdengar semakin jelas jika kamu berkendara di jalanan yang sunyi atau saat sedang berakselerasi di jalur menanjak yang membutuhkan torsi besar.

Munculnya suara aneh ini adalah peringatan terakhir sebelum terjadi kerusakan mekanis yang permanen pada girboks. Oli yang sudah encer atau berbusa tidak lagi mampu meredam getaran dan suara antar gir yang bekerja. Sebelum kamu menempuh rute mudik yang menantang, pastikan untuk mengganti oli matik dengan spesifikasi yang sesuai rekomendasi pabrikan. Langkah preventif ini akan menjamin kenyamanan seluruh anggota keluarga selama di perjalanan dan memberikan ketenangan pikiran saat menghadapi kemacetan panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team