Modus penipuan segitiga sering kali dimulai dengan percakapan yang tampak sangat meyakinkan namun memiliki pola manipulasi yang sistematis. Penipu berperan sebagai perantara bayangan yang berusaha mengontrol arus informasi antara pemilik barang dan calon pembeli agar keduanya tidak saling berkomunikasi secara jujur mengenai harga dan tujuan pembayaran.
Kejelian dalam mengenali gaya bicara dan instruksi yang tidak wajar di aplikasi jual beli menjadi kunci utama untuk menghindari kerugian finansial yang besar. Melalui deteksi dini terhadap tanda-tanda komunikasi yang mencurigakan, keamanan transaksi dapat tetap terjaga tanpa harus terjebak dalam skema rumit yang dirancang oleh pelaku kejahatan siber.
