Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_9422.jpeg
Debut balap mobil Davino Satria di Mandalika (Istimewa)

Jakarta, IDN Times - Debut di balap mobil kerap menjadi ujian besar bagi pembalap muda, terutama ketika langsung dihadapkan pada format balapan ketahanan berdurasi panjang. Tantangan itulah yang dihadapi Davino Satria saat turun di Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika 2026.

Mengandalkan mobil bermesin 1.200 cc, Davino yang selama ini dikenal sebagai pembalap gokart berhasil menunjukkan adaptasi cepat. Bersama Banteng Motorsport, ia menuntaskan balapan enam jam dengan konsisten dan mengamankan podium ketiga, bersaing dengan pembalap-pembalap yang jauh lebih berpengalaman di balap mobil.

1. Transisi dari Karting ke Balap Mobil 1.200 cc

Davino Satria menggeber mobil bermesin 1.200 cc di Mandalika (Istimewa)

Perpindahan dari gokart ke mobil balap bukan sekadar soal kecepatan, melainkan juga pemahaman teknis kendaraan yang lebih kompleks. Bobot mobil yang lebih berat, karakter pengereman berbeda, hingga tuntutan menjaga kondisi mesin menjadi tantangan baru bagi Davino.

“Sangat menantang sejak awal. Selain durasi balap yang panjang, faktor manajemen fisik, konsistensi lap time, serta menjaga kondisi mobil menjadi tantangan utama,” ujar Davino, Selasa (3/2/2026).

Ia mengakui harus cepat beradaptasi dengan karakter mobil, termasuk membaca lalu lintas lintasan dan dinamika balap ketahanan yang berbeda jauh dari sprint race di gokart.

2. Strategi tim dan peran rekan setim berpengalaman

Penampakan Sirkuit Mandalika dari Udara tepat di tikungan ke 16 dan 17. (dok. Kemenparekraf)

Dalam balap endurance, performa mobil tak bisa dilepaskan dari strategi tim. Manajemen pit stop, pembagian waktu mengemudi, hingga komunikasi dengan engineer menjadi faktor krusial agar mobil tetap kompetitif hingga finis.

“Berkat strategi tim yang matang dan komunikasi yang baik serta dipasangkan dengan pembalap yang sudah sangat berpengalaman seperti David Djaja dan Rayhan Tania, kami mampu menjalani balapan secara stabil hingga garis finis,” jelas Davino.

Menurutnya, dukungan tim sangat membantu dalam menjaga performa mobil tetap optimal sepanjang enam jam balapan.

3. Fondasi gokart dan target pengembangan musim 2026

Grandstand tepat di depan garis start Sirkuit Mandalika IDN Times/Ahmad Viqi

Sebelum terjun ke balap mobil, Davino telah menghabiskan sekitar lima tahun di dunia gokart. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam memahami racing line, konsistensi, dan mental bertanding, yang kini diterjemahkan ke dalam balap mobil.

“Balap mobil sangat berbeda dengan karting, baik dari sisi teknik mengemudi, bobot kendaraan, pengereman, hingga kerja sama tim,” ungkapnya.

Sepanjang musim 2026, Davino menargetkan peningkatan adaptasi dan konsistensi, termasuk rencana tampil di ajang Mandalika Festival of Speed untuk memperkaya pengalaman dan memperdalam pemahaman teknis balap mobil.

Editorial Team