Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ban mobil harus diganti (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi ban mobil harus diganti (pexels.com/Gustavo Fring)

Intinya sih...

  • Kerusakan struktur benang nilon dan kawat di dalam ban

  • Risiko fatal pecah ban saat melaju di kecepatan tinggi

  • Solusi mutlak penggantian unit ban demi keselamatan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemunculan benjolan pada dinding samping atau side wall ban merupakan fenomena yang sering kali dianggap remeh oleh sebagian pemilik kendaraan. Padahal, deformasi fisik ini menandakan adanya kerusakan struktural yang sangat serius di dalam lapisan ban yang tidak terlihat secara kasatmata namun sangat fatal jika dibiarkan.

Kondisi ban yang tidak lagi rata pada bagian samping menjadi alarm tanda bahaya bagi keselamatan berkendara, terutama saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi. Memahami risiko di balik benjolan tersebut merupakan langkah krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan tragis akibat kegagalan fungsi ban secara mendadak di tengah perjalanan.

1. Kerusakan struktur benang nilon dan kawat di dalam ban

ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner)

Benjolan pada side wall terjadi karena putusnya anyaman benang nilon atau kawat baja yang berfungsi sebagai kerangka penguat ban. Ketika struktur internal ini putus, udara bertekanan tinggi di dalam ban akan menekan lapisan karet luar yang elastis sehingga menciptakan gelembung atau benjolan. Penyebab utamanya biasanya adalah benturan keras dengan lubang jalan, trotoar, atau benda tajam yang membuat dinding ban terjepit di antara pelek dan objek luar.

Berbeda dengan bagian telapak ban yang memiliki lapisan pelindung tebal dan sabuk baja kuat, bagian dinding samping jauh lebih tipis dan lentur. Sekali struktur penguatnya patah, tidak ada cara teknis apa pun untuk menyambungnya kembali. Tekanan udara akan terus mencari celah terlemah pada titik tersebut, sehingga benjolan tersebut sewaktu-waktu bisa meledak tanpa peringatan jika terkena tekanan tambahan atau panas berlebih saat kendaraan bergerak.

2. Risiko fatal pecah ban saat melaju di kecepatan tinggi

ilustrasi mengganti ban mobil (pexels.com/yura)

Memaksakan penggunaan ban yang sudah benjol sangatlah berbahaya karena kekuatan dinding samping telah berkurang drastis secara permanen. Saat mobil melaju, ban akan mengalami proses defleksi atau perubahan bentuk secara terus-menerus dan menghasilkan panas akibat gesekan. Panas ini meningkatkan tekanan udara di dalam ban, yang kemudian memberikan beban ekstra pada titik benjolan yang sudah lemah tersebut.

Bahaya terbesar muncul ketika kendaraan melintasi jalan tol dengan kecepatan tinggi atau membawa muatan penuh. Titik lemah pada side wall tidak akan mampu menahan tegangan dinamis yang meningkat, sehingga ban berisiko mengalami blowout atau pecah seketika. Jika ban pecah di bagian samping, kendali kemudi akan menjadi sangat berat dan sulit dikendalikan, yang sering kali berujung pada kecelakaan fatal seperti mobil terguling atau keluar jalur.

3. Solusi mutlak penggantian unit ban demi keselamatan

ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret

Pertanyaan mengenai apakah ban benjol bisa diperbaiki memiliki jawaban yang tegas: tidak bisa. Metode perbaikan seperti penambalan dari dalam (tiptop) atau pemanasan karet (vulcanized) hanya bersifat kosmetik dan tidak mampu mengembalikan kekuatan struktur benang atau kawat yang sudah putus. Oleh karena itu, langkah satu-satunya yang aman dan sangat direkomendasikan oleh ahli otomotif adalah segera mengganti ban tersebut dengan unit yang baru.

Demi menjaga keseimbangan performa kendaraan, penggantian ban sebaiknya dilakukan minimal sepasang (kanan dan kiri) agar tingkat keausan dan daya cengkeram tetap seragam. Jika dana terbatas, pindahkan ban baru ke posisi roda belakang dan pastikan ban yang masih layak berada di posisi depan untuk menjaga stabilitas kendali. Menginvestasikan uang untuk ban baru jauh lebih murah dibandingkan risiko kerusakan kendaraan atau keselamatan jiwa yang terancam akibat ledakan ban di jalan raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team