Fenomena pengendara yang melakukan pelanggaran namun justru memberikan reaksi lebih galak saat ditegur telah menjadi pemandangan umum yang memicu konflik di jalan raya. Perilaku ini sering kali membingungkan masyarakat karena secara logika, pihak yang melakukan kesalahan seharusnya menunjukkan sikap penyesalan atau setidaknya menerima masukan dengan tenang.
Namun, di balik reaksi agresif tersebut, terdapat kompleksitas psikologis yang melibatkan ego, rasa malu, hingga insting bertahan hidup yang terdistorsi. Jalan raya bukan sekadar lintasan transportasi, melainkan sebuah ruang sosial yang penuh tekanan di mana identitas dan harga diri seseorang sering kali ikut dipertaruhkan dalam setiap interaksi antar-pengguna jalan.
