Raksasa otomotif asal Jepang, Honda, baru saja mencatatkan sejarah kelam dalam pelaporan keuangan mereka di pasar global. Untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada tahun 1957, perusahaan berlogo huruf H ini harus membukukan kerugian tahunan yang sangat besar akibat ambisi elektrifikasi pada divisi roda empat.
Beban berat dari biaya restrukturisasi massal untuk proyek kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) ternyata menjadi pemicu utama ambruknya profitabilitas perusahaan. Beruntung, di saat performa penjualan mobil konvensional dan mobil listrik mereka babak belur, lini bisnis sepeda motor Honda hadir sebagai pahlawan yang menyelamatkan masa depan finansial korporasi.
