Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Divisi Motor Jadi Penyelamat Saat Bisnis Mobil Honda Rugi Besar
Pabrik mobil (honda.co.uk)
  • Honda mencatat kerugian operasional 414,3 miliar yen akibat biaya besar pengembangan kendaraan listrik dan penurunan penjualan mobil konvensional di pasar global.
  • CEO Toshihiro Mibe membatalkan target ambisius elektrifikasi mobil serta menunda proyek pabrik EV di Kanada senilai Rp183 triliun demi menekan kerugian finansial.
  • Divisi sepeda motor mencetak rekor penjualan global tertinggi dan menjadi penyelamat utama keuangan Honda, menopang kerugian besar dari bisnis roda empat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Honda rugi banyak karena mobilnya susah laku dan uangnya habis buat bikin mobil listrik. Bos Honda namanya Pak Toshihiro lalu hentikan rencana besar mobil listrik supaya uangnya gak habis terus. Tapi motor Honda malah laku banget di banyak negara. Uang dari jual motor bantu Honda biar gak bangkrut dan bisa tetap jalan sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah tekanan besar akibat kerugian divisi mobil, Honda menunjukkan ketahanan luar biasa melalui keberhasilan lini sepeda motornya yang mencatat rekor penjualan global tertinggi. Keuntungan besar dari sektor roda dua tidak hanya menutup kerugian, tetapi juga menjadi bukti kuatnya kepercayaan pasar terhadap merek Honda dan kemampuannya menjaga stabilitas finansial di masa sulit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa otomotif asal Jepang, Honda, baru saja mencatatkan sejarah kelam dalam pelaporan keuangan mereka di pasar global. Untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada tahun 1957, perusahaan berlogo huruf H ini harus membukukan kerugian tahunan yang sangat besar akibat ambisi elektrifikasi pada divisi roda empat.

Beban berat dari biaya restrukturisasi massal untuk proyek kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) ternyata menjadi pemicu utama ambruknya profitabilitas perusahaan. Beruntung, di saat performa penjualan mobil konvensional dan mobil listrik mereka babak belur, lini bisnis sepeda motor Honda hadir sebagai pahlawan yang menyelamatkan masa depan finansial korporasi.

1. Kerugian triliunan divisi mobil akibat beban berat investasi elektrifikasi

Pabrik mobil (honda.co.uk)

Berdasarkan laporan tahun fiskal yang berakhir Maret lalu, seperti dikutip dari Arena EV, Honda secara resmi membukukan rugi operasional yang fantastis mencapai 414,3 miar yen atau setara dengan Rp45,9 triliun. Rapor merah ini berbanding terbalik dengan periode tahun sebelumnya, di mana perusahaan masih mencatat laba sehat sebesar 1,2 triliun yen atau sekitar Rp133 triliun. Kerugian operasional ini bersumber dari pembengkakan biaya pengembangan dan infrastruktur EV yang menyedot dana hingga 1,45 triliun yen atau setara Rp160,8 triliun.

Situasi finansial divisi roda empat ini semakin diperparah oleh data performa pasar global yang menunjukkan bahwa angka penjualan mobil konvensional Honda terus merosot tajam di berbagai negara. Akibat tren penurunan penjualan mobil dan prediksi beban tambahan divisi EV sebesar 500 miliar yen atau Rp55 triliun untuk tahun depan, manajemen terpaksa memangkas berbagai anggaran operasional roda empat demi menjaga stabilitas sirkulasi kas internal grup.

2. Pembatalan target mobil listrik global demi menyelamatkan keuangan perusahaan

Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)

Menghadapi kenyataan pahit dari lini bisnis mobil yang terus merugi, CEO Honda, Toshihiro Mibe, langsung mengambil keputusan ekstrem dengan merombak total peta jalan masa depan kendaraan roda empat mereka. Honda secara resmi membatalkan target jangka pendek yang semula mencanangkan bahwa lini mobil listrik harus menyumbang seperlima dari total penjualan mobil baru pada tahun 2030 mendatang. Pabrikan ini juga memilih mundur dari target jangka panjang untuk beralih sepenuhnya ke penjualan mobil listrik dan fuel cell pada tahun 2040.

Langkah penyelamatan keuangan ini juga berdampak langsung pada penundaan proyek raksasa kendaraan listrik mereka di Kanada. Proyek bernilai investasi sebesar 9 miliar euro atau setara Rp183 triliun yang awalnya dirancang untuk memproduksi mobil listrik dan baterai secara lokal tersebut kini resmi ditangguhkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan demi menghentikan pendarahan finansial yang lebih dalam di sektor roda empat.

3. Rekor penjualan sepeda motor global sebagai tulang punggung pemulihan

Honda ADV 160 (Wahana Honda)

Di tengah keterpurukan divisi mobil, lini bisnis sepeda motor Honda justru tampil luar biasa dan menjadi penyelamat utama korporasi dari kebangkrutan yang lebih parah. Ketika divisi roda empat menelan kerugian triliunan rupiah, divisi roda dua Honda justru sukses mencatatkan rekor volume penjualan tertinggi sepanjang sejarah secara global. Tingginya angka penjualan motor ini menjadi mesin pencetak uang utama yang menyubsidi kerugian besar dari divisi mobil.

Dengan sokongan penuh dari keuntungan masif bisnis sepeda motor dan langkah efisiensi biaya yang ketat, Honda tetap optimistis dapat kembali mencetak laba bersih sebesar 500 miliar yen pada tahun fiskal ini. Ketergantungan terhadap sektor roda dua membuktikan bahwa loyalitas pasar global terhadap produk motor Honda berhasil menjadi benteng pertahanan terkuat yang mengamankan eksistensi raksasa otomotif ini di masa transisi energi. .

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team