Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Screen Shot 2025-08-26 at 5.12.08 PM.png
Volkswagen XL1 (volkswagen-newsroom.com)

Pasar kendaraan listrik di benua biru mengalami pergeseran peta kekuatan yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025. Volkswagen secara resmi dinobatkan sebagai juara baru penjualan mobil listrik murni (BEV) di Eropa, mengakhiri dominasi panjang yang selama ini dipegang oleh raksasa otomotif Amerika Serikat, Tesla.

Pencapaian luar biasa ini menandai kebangkitan total pabrikan asal Jerman tersebut setelah melewati berbagai tantangan industri di masa lalu. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan penjualan yang pesat telah membawa Volkswagen menduduki puncak klasemen, sementara pesaing utamanya justru harus menghadapi tren penurunan peminat yang cukup tajam.

1. Pertumbuhan masif grup Volkswagen di tengah kelesuan rival

Tesla luncurkan Model YL di China (tesla.cn)

Berdasarkan laporan Dataforce, merek Volkswagen berhasil membukukan penjualan sebanyak 274.417 unit kendaraan listrik murni sepanjang tahun 2025. Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 56 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 175.654 unit. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa strategi diversifikasi produk yang dilakukan oleh perusahaan mulai membuahkan hasil yang manis di pasar domestik mereka.

Di sisi lain, Tesla justru mengalami tahun yang cukup berat dengan penurunan angka penjualan sebesar 27 persen. Meskipun model andalan seperti Tesla Model Y masih memegang predikat sebagai mobil listrik terlaris secara individu dengan 151.331 unit, total volume penjualan merek tersebut merosot dari 326.714 unit menjadi 238.765 unit. Penurunan ini memberikan celah besar bagi Volkswagen untuk mengambil alih posisi teratas melalui akumulasi penjualan dari berbagai lini model yang ditawarkan.

2. Keberagaman lini id menjadi kunci utama kemenangan

Mobil Tesla Y (tesla.com)

Salah satu faktor pembeda yang paling menonjol antara kedua raksasa ini adalah ketersediaan varian produk. Volkswagen memiliki keunggulan berkat jajaran model listrik yang lebih bervariasi, yang mampu menyasar berbagai segmen konsumen. Sebagai contoh, VW ID.4 mencatat pertumbuhan sebesar 23,8 persen dengan total 80.123 unit, sementara model hatchback VW ID.3 melonjak 44,4 persen menjadi 78.667 unit.

Prestasi paling mengesankan datang dari model VW ID.7 yang mencatatkan pertumbuhan fantastis sebesar 137,2 persen dengan total penjualan 76.368 unit. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Tesla Model 3 yang meskipun terjual sebanyak 86.261 unit, angka tersebut sebenarnya mengalami penyusutan sebesar 23,6 persen dibandingkan periode sebelumnya. Fleksibilitas pilihan yang diberikan Volkswagen terbukti lebih efektif dalam menarik minat pembeli di Eropa yang memiliki preferensi kebutuhan yang beragam.

3. Kepemimpinan di berbagai segmen penggerak otomotif

Mobil Tesla Y (tesla.com)

Dominasi Volkswagen di pasar Eropa ternyata tidak hanya terbatas pada kendaraan listrik murni. Merek ini juga sukses memimpin pasar Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan penjualan mencapai 159.173 unit, tumbuh sebesar 205 persen. Capaian ini melampaui merek premium lain seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Volvo, mempertegas status Volkswagen sebagai penguasa teknologi elektrifikasi secara umum.

Selain di sektor kendaraan rendah emisi, Volkswagen tetap mempertahankan taringnya pada segmen mesin konvensional bensin dan diesel. Meskipun terjadi penurunan secara alami karena peralihan zaman, angka penjualan mobil bensin mereka tetap jauh melampaui pesaing terdekat seperti Peugeot. Dengan rencana peluncuran model T-Roc baru yang dilengkapi sistem hybrid konvensional, Volkswagen kini bersiap untuk menantang dominasi Toyota di satu-satunya segmen yang belum mereka kuasai sepenuhnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team