Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Erik Mclean)
ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Erik Mclean)

Intinya sih...

  • Poles terlalu sering bisa mengikis clear coat

  • Risiko munculnya swirl mark dan hologram

  • Efek jangka panjang yang merugikan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Merawat cat mobil memang penting agar tampilannya tetap kinclong dan terlindungi dari cuaca. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah memoles bodi mobil menggunakan produk polishing. Hasilnya memang langsung terlihat: permukaan menjadi lebih halus, bersih, dan mengilap. Namun, sebagian pemilik kendaraan tidak sadar bahwa aktivitas ini tidak boleh dilakukan terlalu sering.

Pemolesan yang berlebihan justru bisa memberikan dampak negatif terhadap lapisan cat. Poles bukan sekadar membersihkan, tetapi juga mengikis permukaan clear coat. Jika dilakukan terlalu rutin tanpa memperhatikan jenis bahan dan metode yang digunakan, kualitas cat mobil justru akan menurun, bahkan berpotensi mempercepat kerusakan permanen pada bodi.

1. Poles terlalu sering bisa mengikis clear coat

ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Pavlo Luchkovski)

Proses pemolesan bekerja dengan cara mengikis lapisan paling atas cat, yaitu clear coat. Lapisan inilah yang bertugas melindungi warna cat dari sinar matahari, oksidasi, dan goresan ringan. Ketika mobil dipoles terlalu sering, lapisan clear coat akan terus menipis hingga kehilangan fungsinya.

Jika sudah sangat tipis, cat menjadi lebih rentan pudar, mudah tergores, bahkan bisa terlihat kusam meski baru dipoles. Pada beberapa kasus ekstrem, warna dasar cat bisa muncul karena clear coat habis terkikis. Inilah alasan mengapa poles harus dibatasi, cukup dilakukan saat cat benar-benar butuh perbaikan, bukan sekadar ingin tampilan mengilap setiap minggu.

2. Risiko munculnya swirl mark dan hologram

ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Garvin St. Villier)

Banyak orang menganggap poles akan selalu memperbaiki tampilan mobil. Padahal, jika dilakukan terlalu sering atau menggunakan alat dan bahan yang tidak tepat, hasilnya malah bisa menimbulkan swirl mark dan hologram. Pola-pola goresan halus tersebut biasanya muncul akibat tekanan yang berlebihan, pad buffing yang kotor, atau teknik pemolesan yang salah.

Swirl mark membuat cat terlihat belang ketika terkena cahaya matahari, dan ini hanya bisa diatasi dengan pemolesan ulang—yang artinya semakin menipiskan clear coat. Siklus ini bisa menjadi masalah berkepanjangan bila pemilik mobil tidak memahami batas aman pemolesan.

3. Efek jangka panjang yang merugikan

ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Erik Mclean)

Terlalu sering memoles mobil dapat menimbulkan efek jangka panjang yang lebih serius daripada sekadar cat kusam. Bodi mobil mungkin memerlukan repaint karena permukaan clear coat sudah terlalu tipis untuk dipoles kembali. Repaint tentu membutuhkan biaya lebih besar, dan hasilnya belum tentu sekuat cat pabrikan.

Selain itu, mobil yang pernah mengalami repaint pada area luas biasanya mengalami penurunan nilai jual karena dianggap tidak lagi dalam kondisi orisinal. Maka dari itu, pemilik kendaraan harus cermat dalam menentukan frekuensi poles. Lebih baik melakukan perawatan yang ringan namun rutin seperti mencuci dengan sampo khusus, menggunakan wax tertentu, atau melapisi cat dengan coating yang lebih tahan lama.

So, dengan memahami batasan dan risiko poles cat mobil, kamu bisa menjaga tampilan kendaraan tetap maksimal tanpa mengorbankan ketahanan lapisan cat. Gunakan poles hanya jika diperlukan, dan utamakan perawatan yang aman serta tidak abrasif untuk menjaga cat tetap awet dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team