Sistem pengereman hidrolik merupakan garis pertahanan utama dalam menjaga keselamatan berkendara di berbagai medan jalan. Di dalam sistem ini, minyak rem bekerja sebagai media pemindah daya yang harus memiliki stabilitas kimiawi tinggi agar tetap berfungsi optimal meskipun terpapar panas ekstrem akibat gesekan kampas rem.
Sering kali timbul anggapan bahwa mencampur minyak rem dengan angka DOT berbeda tidak menjadi masalah asalkan keduanya masih berbasis glikol. Namun, keputusan untuk menggabungkan DOT 3 dan DOT 4 tanpa prosedur pengurasan yang benar dapat memicu ketidakseimbangan performa yang berujung pada penurunan drastis tingkat keamanan sistem pengereman secara keseluruhan.
