Tim Jalan Pulang menelusuri jalur Pantura dari Jakarta hingga Surabaya (IDN Times/Dwi Agustiar)
Sebelumnya kami menganggap perjalanan mudik lewat Pantura pasti lebih murah dibandingkan lewat Tol Transjawa. Sebab, kami tak harus membayar biaya tol yang bisa tembus hingga Rp950 ribu untuk perjalanan sekali jalan dari Jakarta menuju Surabaya.
Namun, setelah dihitung-hitung, ternyata selisih pengeluaran secara keseluruhan tidak jauh berbeda. Sebab, meski tak harus membayar biaya tol, namun kami harus mempertimbangkan untuk servis kaki-kaki mobil selepas mudik lantaran begitu banyak lubang yang kami hajar di sepanjang perjalanan.
Biaya cek kaki-kaki mobil, termasuk spooring and balancing, tentu saja tidak murah. Belum lagi kalau ada komponen kaki-kaki yang rusak dan harus diganti, seperti pelek pecah atau peyang. Sangat mungkin biaya servis dan perbaikan kaki-kaki mobil justru lebih mahal dibandingkan biaya tol.
Selain itu, lewat Pantura ternyata juga tidak lebih irit bahan bakar dibandingkan melalui jalan Tol Transjawa. Ini, antara lain, karena kami tidak bisa melaju secara langsam di sepanjang Jalur Pantura. Banyak rintangan di sepanjang jalan, seperti lampu merah, pasar tumpah, truk yang seolah tak ada habisnya, lalu-lalang sepeda motor, hingga mobil parkir.
Situasi ini mengharuskan kami berkendara secara stop and go, membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Bandingkan dengan perjalanan lewat jalan tol yang bebas hambatan. Mobil bisa melaju dengan kecepatan yang konstan sehingga konsumsi bensin jadi lebih irit.
Pengeluaran lain yang cukup besar ada di makanan. Memang sih harga makanan dan minuman di Pantura tidak begitu mahal, tapi frekuensi waktu makannya lebih sering. Sebab, waktu tempuh lewat Pantura jauh lebih lama dibandingkan lewat Tol Transjawa.
Selain itu, durasi perjalanan lewat Pantura jauh lebih lama dibandingkan lewat Tol Transjawa. Jika lewat Tol Transjawa, waktu tempuh dari Jakarta menuju Surabaya dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam sekitar 9-10 jam perjalanan. Ditambah 2 jam untuk beristirahat, total waktu mungkin tembus hingga 12 jam. Jika lewat pantura, waktu tempuh dari Jakarta menuju Surabaya bisa mencapai 18-20 jam perjalanan. Jangan lupa, time is money!
Meski ternyata tidak lebih ekonomis dari Tol Transjawa, jalur Pantura tetap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menekan pengeluaran tunai secara langsung di perjalanan. Jalur ini memberikan fleksibilitas untuk memilih warung makan rakyat dengan harga yang jauh lebih murah dan porsi yang lebih manusiawi dibandingkan makanan di rest area tol yang cenderung mahal.
So, bagi pemudik yang tidak terburu-buru, selisih biaya tol tersebut bisa dialihkan menjadi anggaran belanja oleh-oleh atau uang saku untuk keluarga di kampung halaman. Jadi, hemat atau tidaknya jalur ini sangat bergantung pada kesabaran kamu dalam menghadapi dinamika jalanan dan kemampuan menjaga ritme berkendara agar tetap efisien.