Pakar otomotif ternama asal Jerman, Profesor Ferdinand Dudenhöffer, mengeluarkan peringatan keras mengenai posisi Eropa dalam revolusi kendaraan listrik global. Menurut sosok yang dijuluki "Paus Otomotif" ini, benua biru tersebut kini tertinggal setidaknya 20 tahun di belakang Tiongkok dalam hal pengembangan teknologi baterai.
Kesenjangan teknologi ini menempatkan produsen mobil Eropa pada posisi yang sangat sulit untuk bersaing secara harga maupun inovasi. Tanpa kerja sama strategis dengan pemasok dari Negeri Tirai Bambu, industri otomotif Eropa terancam kehilangan momentum transisi energi dan tertinggal permanen dalam peta persaingan global yang semakin sengit.
