Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Etika Berkendara di Tol Saat Mudik, Jangan Sampai Egois
Ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Atlantic Ambience)
  • Lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran menuntut pengendara menjaga etika berkendara agar arus lalu lintas tetap lancar dan aman di jalan tol.
  • Pengemudi diimbau menggunakan jalur kanan hanya untuk menyalip, menjaga jarak aman, serta menghindari pengereman mendadak demi mencegah kemacetan dan kecelakaan.
  • Penggunaan lampu sein dan lampu jauh harus bijak karena berfungsi sebagai komunikasi penting antar pengendara untuk menjaga keselamatan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Arus mudik Lebaran selalu identik dengan lonjakan volume kendaraan di jalan tol. Dalam kondisi seperti ini, etika berkendara bukan sekadar formalitas, tapi jadi faktor krusial yang menentukan kelancaran dan keselamatan bersama.

Sayangnya, masih banyak pengendara yang mengabaikan aturan dasar, mulai dari penggunaan jalur hingga cara mendahului. Padahal, kesalahan kecil bisa berdampak besar saat lalu lintas padat.

1. Gunakan jalur sesuai fungsinya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran mudik 2026 dengan mendirikan Posko Mudik BRImo 2026 di lima rest area di ruas jalan tol Jakarta–Jawa. (Dok. BRI)

Jalur kanan di tol diperuntukkan untuk mendahului, bukan untuk cruising santai. Jika sudah selesai menyalip, segera kembali ke jalur kiri agar tidak menghambat kendaraan lain.

Kebiasaan bertahan di jalur kanan dengan kecepatan konstan sering jadi pemicu kemacetan dan bahkan konflik antarpengendara.

2. Jaga jarak dan hindari rem mendadak

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran mudik 2026 dengan mendirikan Posko Mudik BRImo 2026 di lima rest area di ruas jalan tol Jakarta–Jawa. (Dok. BRI)

Dalam kondisi padat, menjaga jarak aman jadi kunci utama. Memberi ruang cukup dengan kendaraan di depan bisa mencegah tabrakan beruntun saat terjadi perlambatan mendadak.

Selain itu, usahakan berkendara dengan halus. Hindari akselerasi dan pengereman agresif yang bisa memicu efek domino di belakang.

3. Bijak gunakan lampu dan isyarat

ilustrasi jalan tol (unsplash.com/phyo min)

Lampu sein bukan formalitas, ini alat komunikasi utama di jalan. Gunakan dengan benar saat berpindah jalur atau menyalip.

Hindari penggunaan lampu jauh atau strobo berlebihan yang justru mengganggu pengendara lain. Etika sederhana ini sering disepelekan, padahal dampaknya besar untuk keselamatan bersama.

Editorial Team