Kehadiran airbag dalam sistem keselamatan otomotif sering kali dianggap sebagai bantalan lembut yang muncul secara ajaib saat terjadi benturan. Namun, di balik kemampuannya melindungi tubuh dari benturan keras, tersimpan sebuah fakta teknis yang sering kali mengejutkan para korban kecelakaan: suara ledakannya yang luar biasa memekakkan telinga.
Banyak orang yang selamat dari tabrakan justru merasa lebih trauma dengan bunyi dentuman yang dihasilkan daripada benturan fisiknya sendiri. Suara ini bukan sekadar bunyi plastik yang pecah, melainkan hasil dari ledakan kimiawi terkontrol yang terjadi dalam hitungan milidetik untuk memastikan kantong udara mengembang tepat pada waktunya.
