Kesenangan berkendara atau istilah populer fun to drive merupakan sebuah nilai subjektif yang menjadi tolok ukur kualitas emosional sebuah kendaraan. Faktor ini tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat mobil melaju di lintasan lurus, tetapi lebih kepada bagaimana kendaraan mampu merespons setiap input pengemudi dengan akurat dan memberikan umpan balik yang jujur dari permukaan jalan.
Mobil yang memiliki karakter fun to drive mampu menciptakan koneksi yang intim antara mesin dan manusia, seolah kendaraan menjadi perpanjangan tangan dari sang pengemudi. Melalui kombinasi teknis yang presisi, mengemudi bukan lagi sekadar rutinitas berpindah tempat, melainkan sebuah aktivitas rekreasional yang memacu adrenalin dan memberikan kepuasan psikologis yang mendalam.
