Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Intinya sih...

  • Bantahan resmi dari pihak Ford dan Xiaomi terkait rumor investasi

  • Ketertarikan eksekutif Ford terhadap keunggulan teknologi China

  • Kendala regulasi dan kebijakan ketat pemerintah Amerika Serikat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rumor mengenai aliansi strategis antara raksasa otomotif Amerika Serikat, Ford, dan perusahaan teknologi China, Xiaomi, mendadak menjadi sorotan global. Laporan awal yang sempat beredar menyebutkan bahwa kedua perusahaan tersebut tengah menjajaki kemungkinan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) untuk memproduksi kendaraan listrik di pasar Amerika.

Namun, menanggapi kabar tersebut, pihak Ford maupun Xiaomi secara tegas mengeluarkan pernyataan bantahan resmi. Melansir laporan dari carnewschina.com, kedua perusahaan menyatakan bahwa tidak ada diskusi atau negosiasi yang sedang berlangsung terkait kerja sama produksi kendaraan listrik, terutama di tengah ketatnya regulasi perdagangan antara kedua negara.

1. Bantahan resmi dari pihak Ford dan Xiaomi terkait rumor investasi

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Kabar mengenai rencana kerja sama ini awalnya dipublikasikan oleh Financial Times, yang mengklaim mendapatkan informasi dari sumber internal. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Ford telah mengadakan pembicaraan pendahuluan dengan Xiaomi, bahkan sempat menjajaki kemungkinan serupa dengan pabrikan China lainnya seperti BYD. Namun, Xiaomi segera mengklarifikasi bahwa laporan tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa mereka belum pernah melakukan diskusi semacam itu.

Senada dengan Xiaomi, Ford juga merilis pernyataan yang menyebutkan bahwa laporan tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan tidak memiliki basis faktual. Xiaomi bahkan menambahkan bahwa saat ini mereka sama sekali tidak menjual produk atau layanan apa pun di wilayah Amerika Serikat. Penolakan keras dari kedua belah pihak ini mengakhiri spekulasi yang sempat memicu gejolak di pasar saham otomotif dan teknologi.

2. Ketertarikan eksekutif Ford terhadap keunggulan teknologi China

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Meskipun membantah adanya kerja sama resmi, ketertarikan Ford terhadap kemajuan teknologi kendaraan listrik (EV) asal China bukanlah rahasia lagi. CEO Ford, Jim Farley, dalam berbagai kesempatan publik sering memuji kualitas mobil listrik buatan China. Bahkan, Farley diketahui mengimpor satu unit Xiaomi SU7 secara pribadi untuk penggunaan harian guna mempelajari keunggulan teknologi yang ditawarkan oleh perusahaan elektronik tersebut.

Farley juga telah berulang kali memperingatkan bahwa kompetitor dari Negeri Tirai Bambu merupakan ancaman paling signifikan bagi produsen mobil Barat. Menurutnya, perusahaan China memiliki keunggulan dalam hal efisiensi biaya dan integrasi perangkat lunak. Meski ada kekaguman terhadap teknologi tersebut, Ford nampaknya memilih jalur yang sangat berhati-hati dalam menjalin kemitraan langsung karena risiko geopolitik yang tinggi.

3. Kendala regulasi dan kebijakan ketat pemerintah Amerika Serikat

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Lingkungan kebijakan di Amerika Serikat saat ini menjadi faktor penghambat utama bagi kolaborasi otomotif lintas negara. Pemerintah AS terus memperketat aturan melalui pengenaan tarif impor yang tinggi bagi kendaraan asal China serta pembatasan penggunaan perangkat keras dan lunak dari negara tersebut dalam kendaraan yang terkoneksi. Para pembuat kebijakan di AS menyatakan keprihatinan mendalam mengenai keamanan data dan persaingan industri dalam negeri.

Situasi ini menempatkan produsen seperti Ford dalam posisi yang dilematis. Di satu sisi, mereka membutuhkan teknologi baterai dan perangkat lunak canggih dari China untuk tetap kompetitif—seperti perjanjian lisensi Ford dengan CATL untuk produksi baterai. Di sisi lain, mereka harus patuh pada aturan ketat yang menghambat kemitraan operasional secara penuh. Bantahan dari Xiaomi dan Ford ini sekaligus mempertegas bahwa ekspansi kendaraan listrik China ke pasar Amerika Serikat masih terganjal tembok regulasi yang sangat kokoh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team