Ford Motor Company dilaporkan tengah berada dalam tahap negosiasi intensif dengan raksasa otomotif Tiongkok, BYD, untuk mengamankan pasokan baterai bagi model-model hybrid masa depan. Langkah strategis ini mencerminkan perubahan arah Ford yang kini lebih memprioritaskan teknologi powertrain campuran dibandingkan kendaraan listrik murni demi menghadapi dinamika pasar global yang sedang berubah.
Kemitraan potensial ini mempertimbangkan pengiriman baterai dari BYD ke fasilitas manufaktur Ford di luar Amerika Serikat, guna memanfaatkan keunggulan biaya dan teknologi mutakhir yang dimiliki produsen Tiongkok tersebut. Melalui kolaborasi ini, Ford berharap dapat mempercepat ambisi transisinya di mana kendaraan hybrid dan plug-in hybrid diproyeksikan menyumbang setengah dari penjualan globalnya pada tahun 2030.
