Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fuso Dorong Green Logistics via Skema Sewa eCanter
Fuso dorong green logistics lewat skema sewa eCanter (Dok. Fuso)
  • PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors menyerahkan truk listrik eCanter kepada PT Takari Kokoh Sejahtera untuk memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan di sektor logistik melalui skema Operating Lease.
  • Skema sewa bulanan dan tahunan dari Takari mencakup layanan lengkap seperti perawatan, asuransi, hingga unit pengganti, memudahkan pelaku usaha beralih ke kendaraan listrik tanpa investasi besar.
  • PT DSV Contract Logistics menjadi pengguna pertama eCanter lewat skema OPL, mendukung target efisiensi operasional dan pengurangan emisi global menuju net zero pada 2050.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) kembali mempertegas komitmennya dalam pengembangan ekosistem kendaraan niaga listrik di Indonesia.

Upaya ini diwujudkan melalui penyerahan unit truk listrik eCanter kepada PT Takari Kokoh Sejahtera sebagai mitra strategis yang akan memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan di sektor logistik.

Seremoni penyerahan yang berlangsung pada 20 April 2026 tersebut sekaligus menandai dimulainya pemanfaatan eCanter oleh PT DSV Contract Logistics sebagai konsumen pertama melalui skema Operating Lease (OPL).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi mempercepat transisi menuju green logistics dengan pendekatan yang lebih fleksibel bagi pelaku usaha.

1. Skema sewa jadi kunci percepatan adopsi kendaraan listrik

Skema sewanya mulai Rp35 juta per bulan (Dok. KTB)

Dalam kolaborasi ini, PT Takari Kokoh Sejahtera yang merupakan bagian dari Mitsubishi HC Capital Inc., berperan sebagai penyedia layanan Operating Lease.

Skema ini memungkinkan perusahaan logistik menggunakan truk listrik tanpa harus melakukan investasi awal yang besar, sehingga transisi menuju kendaraan listrik menjadi lebih adaptif secara finansial maupun operasional.

“Kami merasa sangat senang eCanter dipercaya oleh konsumen sebagai solusi transportasi masa depan. Penyerahan unit kepada Takari merupakan langkah penting dalam memastikan teknologi truk listrik kami dapat dijangkau oleh lebih banyak pelaku industri melalui berbagai skema yang solutif,” ujar General Manager Sales KTB, Hironaga Tanaka, Sabtu (2/5/2026).

2. Paket komprehensif dorong efisiensi operasional

Skema sewa Mitsubishi Fuso eCanter (Dok. Fuso)

Untuk meningkatkan daya tarik, layanan Operating Lease yang ditawarkan Takari hadir dalam skema bulanan maupun tahunan. Pelaku usaha dapat mengevaluasi performa kendaraan listrik secara langsung sebelum mengambil keputusan jangka panjang.

Paket sewa ini ditawarkan mulai dari Rp35 juta per bulan dan sudah mencakup berbagai layanan pendukung seperti layanan 24/7, roadside assistance, perawatan berkala, perpanjangan STNK, asuransi all risk, hingga unit pengganti.

Selain itu, tersedia opsi tambahan seperti penyediaan pengemudi, fasilitas charging, hingga emergency mobile charger untuk menjaga kelancaran operasional.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik tidak hanya soal produk, tetapi juga kesiapan ekosistem layanan yang mampu menjawab kebutuhan bisnis secara menyeluruh.

3. DSV jadi pengguna pertama, dorong standar logistik baru

Bengkel Siaga 24 Jam (KTB)

PT DSV Contract Logistics menjadi perusahaan pertama yang memanfaatkan eCanter melalui skema OPL ini. Perusahaan logistik global tersebut melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi peningkatan efisiensi sekaligus pengurangan emisi.

Country Manager Road DSV Indonesia, Ajeng Nurul, menyampaikan bahwa penggunaan truk listrik bukan sekadar penambahan armada, melainkan peningkatan standar operasional logistik.

Langkah ini juga sejalan dengan target global perusahaan untuk menurunkan emisi hingga 50 persen pada 2030 dan mencapai net zero pada 2050.

Melalui sinergi antara produsen, penyedia pembiayaan, dan pengguna, Mitsubishi Fuso memperkuat posisinya dalam mendorong transformasi sektor logistik menuju sistem yang lebih berkelanjutan dan efisien di Indonesia.

Editorial Team