Peta industri otomotif nasional sedang mengalami pergeseran besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama lebih dari satu dekade, segmen Low Cost Green Car (LCGC) menjadi raja jalanan sebagai pilihan utama keluarga muda dan pembeli mobil pertama berkat harganya yang sangat terjangkau. Namun, memasuki tahun 2026, dominasi mobil berbahan bakar bensin yang ekonomis ini mulai mendapatkan tantangan serius dari teknologi masa depan.
Kehadiran mobil listrik mungil dengan harga yang semakin kompetitif kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Di lantai pameran otomotif hingga jalanan ibu kota, mata masyarakat mulai beralih pada unit-unit nirkabel yang menawarkan efisiensi tinggi dan fitur modern. Pertanyaannya, apakah ini menjadi lonceng kematian bagi era mobil LCGC di Indonesia, atau justru menjadi pemicu bagi mereka untuk berevolusi?
